BANDA ACEH – Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, mengaku belum bisa berkomentar terkait kasus pengrusakan kantor PA Pusat. Dia menyebutkan saat ini sedang mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.
“Jadi saya belum bisa berpersepsi untuk hal itu, karena yang pertama saya masih di luar kota. Kedua saya laporan itu masih belum utuh dan saya juga masih menginput-input kronologisnya,” ungkap Adi Laweung saat dikonfirmasi portalsatu.com/ melalui telepon genggam, Minggu, 7 Januari 2017 malam.
Meskipun demikian, dia mengakui telah mendapat kabar adanya pengrusakan tersebut. “Secara sepintas, saya sudah dapat. Namun dalam hal ini saya belum bisa berstatmen,” ujarnya lagi.
Sementara itu, terkait dengan tragedi penolakan dan pemukulan Muzakir Manaf alias Mualem saat terjadinya insiden tersebut, Adi Laweung kembali tidak bisa memberikan persepsi.
“Nanti kalau saya sudah ini (mendapatkan info dengan jelas), mungkin kita akan keluarkan rilis. Jadi saat ini saya input data dulu lah. Karena pun saya ini masih di luar kota,” katanya.[]


