LHOKSEUMAWE Ketua LSM Aceh Human Foundation (AHF) Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros pernah menyatakan akan terjun dari menara Baiturrahman. Hal itu ia katakan menyikapi ancaman mundur anggota DPRA dari Partai Aceh (PA) apabila Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mengacu UUPA dalam menyelesaikan sengketa hasil Pilkada Aceh 2017.
Saat itu, salah seorang anggota DPRA dari F-PA yang mengancam akan mengundurkan diri ialah Azhari alias Cage. Anggota DPRA dari Daerah Pemilihan Aceh Utara dan Lhokseumawe itu kemudian menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRA dari F-PA kepada Ketua DPRA dan Ketua Umum PA, Senin lalu. (Baca: Azhari Cage Serahkan Surat Pengunduran Diri)
Lantas, apa komentar Adi Maros?
Adi Maros meminta masyarakat tidak salah memahami kalimat ia ucapkan saat itu, yaitu terjun dari menara Baiturrahman. Kata dia, sebelum MK memutuskan perkara permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Aceh 2017, semua politisi PA di DPRA mengancam akan mengundurkan diri jika MK tidak menggunakan UUPA dalam menyelesaikan sengketa hasil Pilkada tersebut.
Waktu itu semua politisi PA di DPRA akan mundur dari kursi legeslatif bila MK tidak menggunakan UUPA, saya akan benar-benar loncat apabila semua dewan PA mundur, bukan satu orang. Saya tidak punya persoalan kalau hanya Azhari Cage sendirian mengundurkan diri, ujar Adi Maros dihubungi portalsatu.com, Rabu, 12 April 2017.
Perlu diingat, kata Adi Maros, karena ancaman tersebut dalam wilayah politik, dirinya juga menggunakan kalimat politis, yaitu terjun. Bisa saja saya akan terjun memakai parasut contohnya, atau dengan cara bungee jumping, itupun kalau semua politisi PA mundur dari dewan, itu juga terjun namanya, kata Adi Maros.
Namun, Adi Maros mengapresiasi sikap Azhari Cage yang berani melepaskan jabatan di DPRA. Hanya saja, ia menyayangkan hal itu tidak diikuti anggota DPRA lainnya dari Fraksi PA. Saya meminta petinggi PA menolak pengunduran diri Cage. Kalau hal itu tidak ada manfaatnya, lebih baik beliau kembali ke kursi DPRA, karena dari satu sisi beliau sosok yang kritis dan benar-benar memperjuangkan UUPA sebagai bagian dari proses damai Aceh. Di sisi lain sikap gentleman Cage tidak tepat, karena tidak diikuti oleh politisi lain, ujarnya.
Adi Maros berharap persoalan tersebut tidak dijadikan polemik berkepanjangan lantaran secara hukum Irwandi Yusuf sudah sah menjadi Gubernur Aceh terpilih hasil Pilkada 2017. Saat ini, kata dia, seluruh elemen masyarakat dan elite politik harus bersatu untuk mengawal pemerintahan Irwandi agar benar-benar merealisasikan janji-janji kampanye.[]



