SULAWESI – Pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, diperkirakan kini mencapai 48.025 jiwa yang tersebar di 103 titik.

Hal tersebut berdasarkan data resmi dari pihak BNPB RI diterima portalsatu.com/, Senin, 1 Oktober 2018, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, jumlah korban jiwa per 1 Oktober 2018, sekitar pukul 13.00 WIB, bertambah menjadi 844 orang meninggal dunia, terdiri dari Kota Palu 821 orang (744 orang sudah teridentifikasi), Kabupaten Donggala 11 orang, dan  Kabupaten Parigi Moutong 12 orang. Korban meninggal dunia disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

“Korban meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari, data korban di DVI Polda Palu. Sedangkan jumlah korban dinyatakan hilang sebanyak 90 orang, dan korban luka berat 632 orang dirawat di rumah sakit,” kata Sutopo.

Prioritas penanganan darurat pada hari ini (Senin), lanjut Sutopo, pihaknya melanjutkan evakuasi pencarian dan penyelamatan korban. Alat berat diperlukan untuk evakuasi. Namun, saat ini sudah ada beberapa alat berat untuk evakuasi korban di Kota Palu. 

“Sedangkan jenazah yang dimakamkan sudah diidentifikasi (identifikasi cepat dengan difoto wajah dan ciri-ciri tubuh korban), direncanakan lokasi pemakaman massal disiapkan di TPU Paboya Kota Palu. Sudah disiapkan 1.000 kantong mayat, penggalian sudah dilakukan dan prosesi pemakaman sesuai dengan yang lazim dilakukan,” ujar Sutopo.

Untuk percepatan pemulihan jaringan listrik, kata Sutopo, sebanyak 216 personel PLN masih memperbaiki gardu induk dan jaringan listrik, 8 genset PLN telah diterbangkan dengan pesawat Hercules TNI AU pagi tadi untuk disebar di Pokso Palu dan Donggala. Pengadaannya terutama untuk genset rumah sakit dan operator seluler.

“Bantuan logistik mulai berdatangan yang diangkut dengan pesawat Hercules TNI AU dan jalur darat. Logistik yang ada di Gudang Bandara Palu mulai didistribusikan kepada para pengungsi,” ujarnya.[](rel)