Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaNewsKata BPKP Aceh...

Kata BPKP Aceh dan Kejari Lhokseumawe Usai Ekspose Hasil Audit Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa

BANDA ACEH – Tim Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh sudah mengekspose hasil audit proyek tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe tahun anggaran 2020 kepada tim penyidik/penyelidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe di Kantor BPKP, Banda Aceh, Kamis, 1 April 2021. Kejari kini tinggal menunggu hasil audit dikirim secara resmi dengan surat pengantar dari BPKP Pusat.

“Tadi (siang) sudah ekspose dengan teman-teman penyidik dari Kejari. Sebenarnya itu prosedur saja, karena memang secara teknis kita sudah melakukan komunikasi di sana (saat tim BPKP Aceh turun ke Lhokseumawe melakukan audit investigasi),” kata Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Kamis, 1 April 2021, malam.

Menurut Indra, pihaknya akan mengirimkan berita acara hasil ekspose dengan penyidik Kejari Lhokseumawe kepada BPKP Pusat. Setelah itu, BPKP Pusat akan mengirimkan hasil audit atau Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa kepada Kejari Lhokseumawe. “Surat pengantar dari (BPKP) Pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, tim BPKP Aceh sudah mengekspose kepada pihak BPKP Pusat untuk dilakukan quality assurance atau penjamin kualitas hasil audit tersebut. “Inikan sebuah metode kerja yang profesional saja sebenarnya,” ucap Indra.

Intinya, kata Indra, sekarang tinggal menunggu penyerahan hasil audit/PKKN melalui surat pengantar BPKP Pusat kepada Kejari Lhokseumawe.

Hasil audit investigasi terhadap pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun anggaran 2020 bersumber dari dana Otonomi Khusus Kota Lhokseumawe itu sebagaimana sudah disampaikan Kepala BPKP Aceh kepada portalsatu.com dan wartawan lainnya. Yakni, dugaan tindak pidana korupsi dengan modus rekayasa proses lelang dan pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan kontrak, merugikan keuangan negara lebih dari 4,9 miliar.

Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Miftahuddin, S.H., M.H., dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis malam, membenarkan tim Kejari sudah mengikuti ekspose hasil audit di Kantor BPKP, siang tadi. “Yang diekspose tadi hasil audit mereka. Dipaparkan fakta temuannya,” tutur Miftahuddin.

Ditanya langkah Kejari Lhokseumawe selanjutnya terkait penanganan kasus tanggul Cunda-Meuraksa, Miftahuddin, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil audit dikirim secara resmi melalui surat pengantar BPKP Pusat.

“Kita tunggu hasil audit diserahkan secara resmi, kemudian kita pelajari dulu, ekspose di internal tim (Kejari), baru dapat kita tentukan langkah selanjutnya,” ujar Miftahuddin. [](red)

Baca juga: