Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaKata Guru Besar...

Kata Guru Besar UGM Dua Hal Penting dalam Menulis Artikel Ilmiah

MEULABOH –  Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. Irwan Abdullah, M.A. memaparkan dua hal yang sangat penting dalam menulis artikel ilmiah yaitu data dan literatur. Hal tersebut dijelaskan Irwan dalam Workshop Publiaksi Ilmiah di Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, 27 Desember 2018.

Dalam kegiatan dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) tersebut, Irwan menjelaskan Data yang dimaksud adalah temuan yang didapat di lapangan secara faktual dan tidak boleh mengada-ada.

“Tanpa mengindahkan yang lain, tapi data, inilah yang nomor Satu,” tegasnya.

Irwan yang merupakan Guru Besar Antropologi ini mengatakan peran data sangat penting dalam Publikasi Ilmiah, sebab suatu tulisan dapat dikatakan ilmiah jika diperlakukan dengan metode yang sistematis.

“Penulis tidak akan bisa melakukan analisis jika tidak ada data,” ujarnya.

Irwan menjelaskan, selanjutnya yang diperlukan adalah Literatur. Dengan adanya literatur maka data dapat dilakukan analisis sesuai dengan metodologi. Sebaliknya, jelas Irwan, jika tidak ada literatur maka data yang didapat tidak dapat dikatakan ilmiah.

“Karena tujuan digunakan literatur adalah menjadikan data yang diperoleh dapat dilakuakan sesuai dengan metode yang sesuai,” jelasnya.

Irwan menambahkan, agar tulisan para Dosen STAIN dibaca secara internasional maka gunakanlah literatur yang memiliki standar internasional pula. Dengan mengutip dari tulisan para ilmuan besar, maka akan mengundang orang lain untuk membaca tulisan yang dibuat.

“Diibaratkan berdiri di pundak raksasa, maka akan terlihat besar seperti raksasa tersebut,” tandasnya.

Irwan berpesan agar menjadikan menulis menjadi sebuah tradisi di Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Jangan terlalu sibuk dengan indeks, jika ada peluang untuk dipublikasikan langsung tulis,”  pungkasnya.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan Drs. M Arif Idris, MA., mengatakan kegiatan workshop semacam ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara kontinu.

Menurutnya, hal ini dapat menunjang peningkatan kualitas penelitian yang menjadi salah satu dari tiga tanggung jawab Perguruan Tinggi selain Pengajaran dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Arif berharap agar kegiatan ini dapat menunjang alih status STAIN menjadi IAIN, kegiatan ini juga diharapkan agar para Dosen terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian.

“Kita berharap ada perubahan besar ke arah yang lebih baik terjadi nantinya” katanya.[](rel)

Baca juga: