LHOKSEUMAWE – Inong Duta Wisata Aceh 2016, Cut Putri Nuzulia Syarif mengatakan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe membuka peluang besar untuk menuntaskan pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.

Menurut Cut Putri, dengan ditandatangani PP tentang KEK Arun oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, pastinya pengembangan terhadap lahan industri di Aceh seperti migas, petrokimia, argoindustri, dan infrastruktur pelabuhan akan berkembang.

“Insya Allah, ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Aceh. Pastinya juga akan tersedia banyak lapangan kerja, sehingga tingkat pengangguran di Aceh dapat diminimalisir,” kata Cut Putri kepada portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 4 Maret 2017.

Cut Putri berharap Pemerintah Aceh harus lebih sigap dan fokus menggunakan peluang ini untuk terus mendongkrak kesejahteraan Aceh. Terutama pada sektor industri, ekonomi, pariwisata, dan sektor lainnya agar perkembangan dan kemajuan Aceh dapat berjalan maksimal.

“Tentunya di sepanjang KEK Arun terdapat ekowisata seperti Pulau Seumadu di Pantai Rancung, ada Goa Jepang, Pelabuhan Internasional Krueng Geukueh. Tak kalah pentingnya Desa Ujong Pacu, sebuah desa percontohan yang sudah berhasil melawan narkoba dengan julukan Desa Anti-Narkoba. Tentu tempat-tempat tersebut berpeluang untuk ikut maju, tinggal bagaimana bijaknya kita (masyarakat)  dan pemerintah  agar dapat mnggunakan peluang ini dengan sebaik dan sekreatif mungkin,” kata Cut Putri.

Cut Putri berpesan terpenting apapun yang ingin dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh, seperti pengembangan industry, jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian alam yang merupakan karunia Allah swt.[]