LHOKSEUMAWE – Sebelum kejadian penggranatan pagi tadi, Toko Valentino Racing di Uteunkot, Cunda, Lhokseumawe, pernah diserbu sejumlah orang yang disebut-sebut berasal dari kawasan setempat, 18 Maret 2017 malam. Apakah peristiwa itu berkaitan dengan ledakan granat dilempar OTK pagi tadi?
Kasus penyerbuan sekaligus penganiayaan yang terjadi 18 Maret lalu masih kita selidiki. Saksi masih kita periksa, apalagi kedua belah pihak saling lapor. Jadi, belum bisa kita simpulkan ada kaitan penggranatan (pagi tadi) dengan kejadian sebelumnya, ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir kepada portalsatu.com, Sabtu, 1 April 2017.
Yasir menyebut petugas saat ini sedang bekerja di lapangan, termasuk berusaha melacak identitas pelaku penggranatan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian dan sekitarnya.
Diberitakan sebelumnya, orang tidak dikenal (OTK) dilaporkan melempar granat di lorong samping toko Ban Valentino Racing, Utuenkot, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu, 1 April 2017, sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi kejadian itu sekitar 100 meter arah barat Pos Lantas Cunda.
Satu jam kemudian, tim Jibom Detasemen-B Satuan Brimob Polda Aceh Markas Jeulikat, Lhokseumawe, datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan sementara, menurut pihak kepolisian, granat itu jatuh tepat depan lorong samping toko ban milik Devi Sihombing. (Baca: OTK Lempar Granat di Samping Toko Ban Valentino Racing Cunda)[]


