MEUREUDU – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan di Pidie Jaya (Pijay).
Upaya pencarian korban dengan membentuk tiga tim gabungan Basarnas, yaitu TNI/Polri, BPBD, Basarnas dan Relawan. Tim ini dibagi tiga, yaitu satu di Kecamatan Bandar Dua, satu di Meureudu dan satu lagi hunting. “Ini merupakan upaya pencarian korban yang diperkirakan masih ada tertimbun di bawah reruntuhan bangunan,” kata Willem dalam konferensi pers di Posko Induk Bantuan Gempa Pidie Jaya, Kamis, 8 Desember 2016.
Willem menyebut secara resmi data sementara korban meninggal dunia akibat gempa Aceh sebanyak 99 orang. Dari jumlah tersebut, kata Willem, 87 orang sudah teridentifikasi, yakni 84 orang di Pidie Jaya, dua di Bireuen dan satu di Pidie.
“Kita sudah memiliki data sementara korban meninggal sebanyak 99 orang. (Dari jumlah itu) 87 sudah teridentifikasi, sementara 12 orang lagi belum teridentifikasi,” kata Willem didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Menteri PU-PR Mochamad Basoeki Hadimoeljono.
Sementara korban luka berat 127 orang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Pidie Jaya, Pidie dan Banda Aceh. Sedang luka ringan 462 orang.[]


