BANDA ACEH – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh memperingati 13 tahun perdamaian Aceh, tepatnya pada 15 Agustus 2018. Kegiatan bertema “Renungan dan Edukasi Perdamaian bagi Pelajar”, digelar di Aula  Kesbangpol Aceh,  Banda Aceh, Selasa, 14 Agustus 2018, pagi.

Kegiatan itu diikuti 100 pelajar SMA/SMK dan guru di Banda Aceh dan Aceh Besar. Ini sekaligus memberi pemahaman perjalanan perdamaian yang tercipta di Aceh untuk para siswa. Panitia menghadirkan pembicara utama, Wiratmadinata, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama, dan Saifuddin Bantasyam, S.H., M.H., akademisi Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Mahdi Effendi, menyampaikan, usia perdamaian Aceh mencapai 13 tahun. Masih banyak hal harus dihadapi di masa depan yang penuh tantangan dan rintangan, mempersiapkan insan yang jujur, setia, andal, cerdas, cepat dan tepat serta bijaksana dalam menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan pembangunan fisik dan mental. 

“Sehingga menjadi manusia yang bermarwah dalam pandangan lokal, nasional dan internasional. Dalam rangka menjaga perdamaian dan mencegah untuk tidak berulangnya konflik baru di masa depan,” kata Mahdi Effendi.

Untuk itu, Pemerintah Aceh mengajak semua elemen masyarakat seperti ulama dan umara, cendikiawan, pengusaha, pemuda, pelajar serta pihak lainnya untuk bersatu dalam membangun Aceh yang hebat, demi masa depan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap kepada para siswa atau generasi muda, belajarlah yang rajin karena kalianlah yang nantinya akan membawa dan mengantarkan bangsa ini pada tingkat kualitas yang lebih tinggi,” ujar Mahdi Effendi.

Mahdi Effendi berharap renunangan dan edukasi perdamaian Aceh itu dapat menambah wawasan bagi pelajar maupun seluruh masyarakat tentang sejarah yang telah dilalui rakyat Aceh. Selain itu, menjadi pemicu peningkatan kualitas intelektual dan semangat untuk maju.[]