JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus menggodok sistem seleksi CPNS 2018. Kabarnya, jumlah formasi CPNS 2018 antara 200-250 ribu.
Lantas, berapa besaran gaji awal yang kelak akan diterima para calon Aparatur Sipil Negara (ASN)?
Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan, menyebutkan, nominal gaji pertama yang calon ASN 2018 terima diperkirakan masih sama seperti didapatkan para CPNS tahun sebelumnya.
“Kalau orang per orang mungkin sama. Katakanlah, S1 golongan 3A, sekarang gaji pokoknya Rp2,4 juta. 80 persen dari itu Rp1,9 sampai 2 juta,” ujar Ridwan ditemui kantornya, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.
“Kita anggap, harus tersedia untuk gaji pokok saja Rp2,5 juta untuk yang S1,” kata Ridwan.
Tidak hanya gaji pokok yang CPNS akan dapatkan, Ridwan menyatakan, uang negara juga bakal terpakai untuk memberikan tunjangan kinerja bagi para calon abdi negara tersebut kepada pihak kementerian/lembaga.
“Paling tidak sekitar Rp4-5 juta untuk di pusat. Belum lagi di daerah, itu yang harus dihitung. Berapa hitungan pastinya, itu ada di Kementerian Keuangan dan Kementerian PANRB,” ujarnya.
Sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) yang dikelola BKN dipersiapkan berstandar internasional agar mempermudah pelamar mulai dari fase pendaftaran.
Ridwan menyampaikan, pihaknya beserta tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terus berupaya untuk melancarkan jalannya proses penerimaan ASN tahun ini.
“Saat ini Panselnas masih terus bekerja. Selain (mengurusi) administratif juga teknis. Contohnya, Kamis 9 Agustus 2018 siang lalu BKN kedatangan tim audit teknologi dan Quality insurance dari Panselnas,” kata dia, Senin 13 Agustus 2018.
Berbagai tahapan teknis semisal uji coba live portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) milik BKN hingga rekayasa praktik tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) turut dilakukan pada saat itu.
“Prinsipnya, semua aplikasi yang mendukung kegiatan penerimaan CPNS ini memang harus diaudit dan harus comply terhadap standar-standar internasional, demi memastikan semua aplikasi itu bisa berjalan normal pada waktunya,” ungkapnya.
Ridwan menambahkan, dalam 1-2 hari ke depan tim Panselnas akan mendapat kepastian dari tim audit teknologi terkait kesiapan aplikasi jelang digelarnya CPNS 2018.
“Mereka akan menerima masukan, apakah pada aplikasi ada bolong atau backdoor dan sebagainya yang harus segera ditambal, sebelum pada saatnya nanti aplikasi ini bisa digunakan,” ujar Ridwan.[] Sumber: liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana





