BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, mengatakan, memang berdasarkan sejarah yang ada, Bitai dulunya memang menjadi kampung yang diperuntukan oleh sultan Aceh sebagai wilayah pendatang dari Turki.

“Banyak bukti sejarah yang masih dapat kita lihat di kampung Bitai seperti kuburan Pasukan Turki yang masih terpelihara dengan baik. Hubungan emosional dan historis ini saya pikir ada baiknya dijalin lebih erat lagi melalui sebuah klausul oleh pemko Banda Aceh
dan pemerintah Turki,” kata Arif.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, kausul tersebut, dadamelaluipat dibuat melalui memorandum atau pengakuan sejarah yang dibuktikan dengan ditandatangganinya MoU antara kedua pemerintahan tersebut.

Arif Fadillah mengatakan, apabila pemkot Banda Aceh ingin menjadikan Bitai dan Emperom sebagai Gampong Budaya Turki, tentu DPRK akan menyetujuinya.[]