LHOKSUKON – Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRK Aceh Utara mendesak pemerintah segera memperbaiki sejumlah titik tanggul jebol di Kecamatan Lhoksukon. Ketua Komisi D DPRK, Mawardi M., mengatakan, penanganan tanggul jebol itu dapat dilakukan dengan dana tanggap darurat bencana.

“Ini merupakan kegiatan rutin di DPRK, khususnya Komisi D. Menyikapi laporan masyarakat terkait adanya tanggul jebol, kita ajak Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) ke lapangan untuk mengecek tanggul tersebut,” ujar Mawardi M., alias Teungku Adek, ditemui portalsatu.com, di lokasi, Kamis, 13 April 2017.

Berdasarkan pantauan pihaknya, selama Maret  hingga pertengahan April, tercatat sudah tujuh kali banjir di kawasan tanggul jebol. “Makanya kita ajak SKPK agar sesegera mungkin mengantisipasi persoalan tanggul itu, mengingat tidak lama lagi sudah masuk musim hujan,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa titik tanggul jebol dengan tingkat kerawanan yang memprihatinkan. Bahkan, kata Mawardi, beberapa titik sudah rata dengan tanah. “Saat air sungai tinggi, langsung meluap ke pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk itu, DPRK Aceh Utara mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki tanggul tersebut. “Setiap tahun kita anggarkan dana tanggap darurat bencana, apakah tahun ini di APBK atau Perubahan (APBK), kita mendorong pemerintah untuk tanggap cepat dengan kondisi masyarakat,” kata Mawardi.

“Jika dilihat kondisinya, memang ada tiga titik tanggul yang putus total sekitar 50 meter. Namun jika dikerjakan, harus dari titik dasar sekitar 200 meter lebih. Saya perkirakan, Rp 1 Miliar akan cukup dan maksimal untuk membangun beton penahan tanggul. Namun kita lihat juga kondisi keuangan kita (Aceh Utara). Selain itu ada beberapa titik lain yang rawan, seperti halnya di Sawang,” kata Mawardi.[]