Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaKata Pewaris Raja...

Kata Pewaris Raja Terkait Bendera Aceh

BANDA ACEH – Pewaris Raja Negeri Daya, Tuanku Raja Saifullah Alaidin Riayat Syah, berharap pemimpin Aceh yang baru mampu menyingkirkan perbedaan dan bekerja keras membangun daerah. “Bersatu dalam satu wadah, yaitu Aceh,” kata Tuanku Raja Saifullah, beberapa hari lalu dalam diskusi ringan bersama portalsatu.com di Banda Aceh, Minggu, 9 Juli 2017.

Dia juga berharap Irwandi-Nova mampu meluruskan dan melaksanakan amanah rakyat yang tercantum dalam MoU Helsinki. “Baik menyangkut dengan lambang bendera Aceh, maupun yang menyangkut hak-hak Aceh dari perjanjian dengan Republik Indonesia,” ujarnya.

Meskipun demikian, Tuanku Raja Saifullah mengakui perjanjian Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia tersebut dilakukan melalui musyawarah. Artinya, kata dia, setiap musyawarah itu ada yang kesepakatannya maju dua langkah, tetapi ada juga yang mundur dua langkah. “Ada yang mengusulkan, ada yang menolak,” katanya.

Demikian pula dengan isi MoU Helsinki yang tidak memuaskan semua pihak. Dengan kata lain, menurutnya, ada yang harus mengalah demi untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Salah satunya seperti Qanun Bendera Aceh.

“Bendera daerah itu penting, tetapi menurut saya bendera yang dipergunakan adalah bendera yang bisa diterima oleh semua pihak atau masyarakat Aceh,” katanya.

Dia meminta pemerintah agar melibatkan semua pihak untuk membahas bendera di Aceh. Di antaranya seperti cendikiawan, politisi, alim ulama, pemuda, mahasiswa, pemangku adat, tokoh Aceh, “dan juga pewaris raja-raja Aceh dari Tamiang hingga Trumon.”[]

Baca juga: