SUKA MAKMUE – Anggota DPRK Nagan Raya Samsul Bahri menduga mutasi pejabat yang sering terjadi di pemerintah kabupaten setempat sarat muatan politik. Politisi Partai Aceh ini menyayangkan kebijakan bupati yang kerap bongkar pasang pejabat melalui mutasi.
“Kami menilai mutasi yang sering dilakukan pemerintah Nagan Raya di bawah kepemimpinan Bupati T. Zulkarnaini sarat akan kepentingan politik,” kata Samsul Bahri, Rabu, 31 Agustus 2016.
(Baca: Jelang Pilkada, Bupati Mutasi Sejumlah Pejabat)
Samsul juga menyayangkan adanya pegawai negeri sipil yang terindikasi terlibat politik praktis. Politik praktis sangat banyak dimainkan. Pegawai menempelkan baliho (stiker) di mobilnya, padahal sudah jelas undang-undang tidak membolehkan. Kalau misalnya bupati tidak menyarankan atau mengatakan itu salah, berarti bapak bupati membiarkan,” ujarnya.
Dia turut menyorot oknum geuchik tertentu yang diduga tidak netral menjelang pilkada 2017. Sebab, kata Samsul, ada temuan kwitansi tentang pinjaman dukungan yang bersumber dari uang gampong.
“Di Gampong Pante Ceremen itu ada kwitansi, kalau ngak salah saya per tanggal 17 bulan 11 (tahun) 2015 sebesar 10 juta, disebutkan disitu untuk uang dukungan, itu sudah jelas untuk siapa, karena geuchik tidak independen lagi, dia sudah mengarah kepada salah satu calon,” kata Samsul.[]


