KRUENG GEUKUEH Kemarin, 28 Oktober, diperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 (1928-2016). Generasi muda saat ini diharapkan mampu merealisasikan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Indonesia merupakan salah satu negara di dunia mayoritas penduduknya beragama Islam, hendaknya peran al-fata (pemuda) Islam menjadi tongkat estafet dan pioneer besar dalam pembangunan bangsa. Bukan hanya pembangunan fisik, apalagi pembangunan spiritual dan akhlak bangsa yang semakin terinjak dan terikis dewasa ini oleh era globalisasi dan informasi yang semakin canggih,” ujar Teungku Ahmad Yani An-Nisami, ditemui di Warkop Star Coffe, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Jumat, 28 Oktober 2016.
Aktivitis dakwah dayah dan kampus itu menjelaskan, mestinya sosok pemuda bisa menjadi the hero (pahlawan) dalam menyelamatkan bangsa ini. “Realitanya dalam sejarah dari masa ke masa sosok pemuda memiliki andil serta peranan yang sangat penting terkait dengan masalah peradaban universal, termasuk dalam membangun umat,” katanya.
“The best agent of change merupakan frase yang paling tepat menggambarkan sepak terjang pemuda dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia. Dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat serta sumber kekuatan pembela terhadap akidah dan ideologi,” ujar perintis media dakwah LPDM Mudi Mesjid Raya Samalanga ini.
Teungku Ahmad Yani menjelaskan, Islam tidak dapat dilepaskan dari sosok pemuda. Pertumbuhan dan perkembangan agama Islam itu karena banyaknya peran aktif pemuda berkualitas di dalamnya sebagai kader khalifah di muka bumi ini dalam memperjuang dinul Islam yang telah dicetuskan Rasulullah SAW sejak 14 abad lalu.
“Jadi, jelaslah bahwa esensi pemuda itu terletak pada kekuatan keimanan dan ketakwaan kepada sang khalik. Sosok pemuda yang berumur masih muda namun tingkah laku dan akhlaknya tidak mencerminkan sosok seperti yang digambarkan di atas, hakikatnya dia bukanlah seorang pemuda. Walhasil standarisasi sang pemuda itu bukan terletak pada umur tetapi jati diri dan spritualisme yang dimiliki,” kata kandidat master manajemen pendidikan Islam IAIN Lhokseumawe ini.[]


