Sejarah awal ditemukannya listrik adalah oleh seorang cendikiawan Yunani bernama Thales. Ia mengemukakan fenomena batu ambar yang bila digosok-gosokkan akan dapat menarik bulu sebagai fenomena listrik.

Setelah bertahun-tahun sejak ide Thales dikemukakan, baru kemudian muncul lagi pendapat-pendapat serta teori-teori baru mengenai listrik. Seperti diteliti dan dikemukakan William Gilbert, Joseph priestley, Charles De Coulomb, AmpereMichael Farraday, Oersted, dan lainnya.

Informasi tentang sejarah penemu listrik ini disajikan dalam bentuk panel dan didukung dengan perangkat audio visual menyajikan tiruan dari percobaan-percobaan yang pernah dilakukan para ilmuan.

Banyak orang berpikir Benyamin Franklin menemukan listrik terkenal dengan layang-layang percobaan pada 1752. Namun listrik tidak ditemukan sekaligus. Pada awalnya, listrik dikaitkan dengan cahaya. Orang ingin yang murah dan aman cara untuk cahaya rumah mereka, dan para ilmuwan berpikir listrik mungkin jalan.

Seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday, adalah orang pertama yang menyadari bahwa arus listrik dapat dihasilkan dengan melewatkan magnet melalui kawat tembaga. Itu adalah penemuan yang menakjubkan. Hampir semua listrik kita gunakan saat ini dibuat dengan magnet dan kumparan dari kawat tembaga di raksasa pembangkit listrik.

Dunia terus berputar dengan perkembangan zamannya, begitu juga dalam dunia listrik. Thomas Edison pada 1879, berfokus pada menciptakan suatu cahaya lampu, yang akan bertahan lama sebelum terbakar. Masalahnya adalah menemukan bahan yang kuat untuk filamen, kawat kecil di dalam bohlam yang melakukan listrik. 

Selanjutnya pada tahun 1895, George Westinghouse membuka pertama pembangkit listrik utama di Niagara Falls menggunakan alternating current. Sementara Edison DC (arus searah) tanaman hanya dapat mengangkut listrik dalam satu mil perseginya Pearl Street Power Station, Niagara. Tanaman jatuh mampu mengangkut listrik lebih dari 200 mil, seperti dikutip dari gudang-sejarah.blogspot.com.

Listrik Indonesia

Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia mengalami pasang surut sejalan dengan pasang surutnya perjuangan bangsa. Pada 27 Oktober 1945, dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas. Hari tersebut diperingati untuk pertama kali pada 27 Oktober 1946, bertempat di Gedung Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) Yogyakarta, demikian dilansir dari laman PLN Jatim. 

Penetapan secara resmi 27 Oktober 1945 sebagai Hari Listrik dan Gas berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 20 tahun 1960. Namun kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Nomor 235 /KPTS / 1975 tanggal 30 September 1975 peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

Mengingat pentingnya semangat dan nilai-nilai hari listrik, maka berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1134.k./43.pe/1992 tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkanlah tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional, demikian dikutip dari okezone.com, 27 Oktober 2016.[]