Donasi, yang dalam Islam dikenal dengan istilah sedekah, ternyata benar-benar bisa mengubah segalanya. Bahkan sedekah bisa menopang kesejahteraan umat.

Seperti yang terjadi di Masjid Namira di Lamongan, Jawa Timur. Masjid ini sejatinya terletak jauh dari pusat kota, tepatnya di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung. Meski jauh, masjid ini selalu menjadi tujuan para jemaah.

Masjid ini memberikan semua kebutuhan umat, mulai dari fasilitas ibadah hingga logistik. Setiap pagi, semua jemaah yang datang ke masjid tersebut akan mendapat sarapan gratis.

Hal ini dikisahkan oleh pengguna Facebook, Among Kurnia Ebo. Dia menuliskan ketakjubannya pada konsep pengelolaan uang sedekah oleh takmir yang berorientasi nol rupiah.

Ebo menyebutkan Namira memang masjid yang berbeda. Jemaah akan membeludak antara 500 hingga 1.000 orang saat subuh hari dari seluruh desa.

“Habis itu jemaah diberi sarapan gratis,” tulis Ebo.

Sepanjang Ramadan kemarin, kata Ebo, masjid ini selalu menyediakan makanan berbuka dan sahur sebanyak 2.000 porsi. Makanan itu dapat dinikmati gratis oleh setiap orang yang datang.

Tempat pertemuan

Masjid ini juga jadi lokasi 'kongkow' anak-anak muda. Kalau janjian ketemu mereka akan memilih ke Namira lalu mendiskusikan kegiatannya di sana. Anak anak kecil pun disediakan tempat bermain yang aman untuk memberikan ingatan masa kecil bahwa masjid adalah tempat yang asik,” kata Ebo.

Ebo menjelaskan Masjid Namira bisa menjadi tempat yang nyaman karena pengelolaan sedekah. Bagi dia, cara takmir mengelola sedekah para jemaah sangat dahsyat.

“Uang sedekah jemaah harus kembali ke jemaah secepatnya. Kami takmir malu kalau uang jemaah menumpuk di kotak infak,” tulis Ebo.

“Kalau bisa saldo infak itu nol rupiah. Yang artinya takmir masjidnya kreatif karena berarti selalu punya program untuk jemaah,” tulis Ebo melanjutkan.

Terbuka 24 Jam

Selanjutnya, Ebo menjelaskan masjid ini dibuka selama 24 jam penuh untuk memberikan kesempatan bagi para musafir yang ingin beristirahat. Tidak hanya itu, masjid ini dilengkapi internet nirkabel sepanjang hari dan lahan parkir luas berkapasitas 400 mobil, semuanya gratis.

Dan saat ada acara di masjid, saldo sedekah akan bertambah. Hal itu justru membuat takmir harus berpikir keras bagaimana caranya menghabiskan uang tersebut.

“Kami hanya ingin agar sedekah dari jemaah segera berubah jadi pahala. Justru kalau uangnya ngendon saja kami sebagai takmir merasa berdosa. Sedekah mereka terlambat jadi pahala karena belum ada kegiatan yang diwujudkan dari uang yang kita terima. Makanya motto kami: Usahakan saldo bisa nol,” tulis Ebo.[] Sumber: dream.co.id