BANDA ACEH – Pengamat Ekonomi Unsyiah, Rustam Effendi, S.E., M.Econ., menilai kunjungan Gubernur Aceh ke sejumlah negara untuk menawarkan peluang investasi di KEK Arun langkah positif. Akan tetapi, lebih penting lagi melakukan konsolidasi di Aceh terlebih dahulu, termasuk mendorong para pengusaha lokal berinvestasi secara patungan.
Untuk diketahui, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, beberapa kali ke luar negeri pada 2017 dan 2018 untuk mengundang investor asing agar berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Di antaranya, Gubernur Irwandi berkunjung ke Turki, September 2017, dan Qatar pada Januari 2018.
“Sebetulnya langkah beliau (gubernur) bagus. Beliau ingin menjual potensi kita, kan begitu. Ingin menyatakan kepada dunia, kepada pihak-pihak pemilik modal yang kuat bahwa Aceh punya potensi dan peluang bisnis dianggap menjanjikan. Hemat saya, langkah tersebut penting,” kata Rustam, dihubungi portalsatu.com/, Sabtu, 30 Juni 2018, malam.
Rustam melanjutkan, “Tetapi yang paling penting dalam pandangan saya adalah melakukan konsolidasi di dalam dulu. Misalnya, bagaimana beliau bisa menyambangi ke 23 kabupaten/kota di Aceh. Datang kepada para tokoh, ketua partai lokal dan nasional, ada tim, di 23 kabupaten/kota tersebut dan sampaikan bahwa Aceh membutuhkan situasi iklim yang kondusif. Minta semua pihak saling menjaga suasana damai”.
Menurut Rustam, langkah itu penting agar iklim usaha yang kondusif betul-betul nyata di lapangan, bukan sebatas di kalangan elite Aceh. “Jangan nanti ketika ada tumpukan batu gunung satu mobil, ada tumpukan pasir satu mobil, datang pihak-pihak tertentu, minta ini, minta itu. Nah ini kan di dalam kita belum solid. Maksudnya, bahasa pembangunannya belum sampai ke kampung-kampung,” ujarnya.
Selain itu, kata Rustam, sebelum gubernur mengajak pemilik modal asing masuk ke Aceh, tidak ada salahnya mendorong pengusaha lokal untuk berinvestasi secara patungan. “Panggil aja dulu (para rekanan pengadaan barang/jasa pemerintah). Misalnya, Anda tahun ini dapat paket berapa dan nilainya itu berapa, ada berapa laba, sisihkan. Rp10 miliar, misalnya, gabung dari yang disisihkan tadi, buat usaha patungan, buat satu PT,” kata dia.
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk melahirkan investasi secara cepat dibandingkan berharap dari pemilik modal asing. “Kalau langsung go show ke luar negeri, sepertinya, pandangan saya, butuh waktu itu,” ujar Rustam.[]
Lihat pula: Pengamat Ekonomi: Belum Tampak Geliat KEK Arun
Apa Kabar KEK Arun Lhokseumawe?
Ini Kata Kepala Unit Perizinan Kantor Administrator KEK Arun Soal Calon Investor




