BLANGKEJEREN – Petani cabai rawit madun di Kabupaten Gayo Lues mulai panen raya setelah memasuki empat bulan masa penanaman. Kebanyakan petani cabai madun melakukan proses penanaman setelah diberikan bantuan mulsa, pupuk dan bibit oleh Dinas Pertanian setempat.

Zakaria, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Jumat, 18 Desember 2020, mengatakan ada beberapa kelompok tani penerima bantuan yang sudah melaporkan hasil penanaman cabai madun bantuan program Seco (Sela Covid-19). Hasilnya sangat memuaskan ditambah dengan harga cabai tergolong tinggi.

“Hari ini saja ada dua kelompok tani yang melaporkan hasil penanaman bantuan program seco mereka dilengkapi dengan foto, yaitu kelompok tani Lisik Kati Ara desa Seneren, Kecamatan Pantan Cuaca dan kelompok tani Tunah Item desa Tampeng Musara, Kecamatan Kotapanjang,” katanya saat ditanya bagaimana hasil program seco cabai madun yang disalurkan empat bulan lalu.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, setiap kelompok penerima bantuan program seco cabai madun sangat memuaskan hasilnya, terkecuali bagi yang belum melakukan proses tanam atau tidak melakukan perawatan sesuai dengan prosedur.

“Hasil dari penanaman cabai madun Alhamdulilah bagus ya, apalagi harganya saat ini berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per kg. Hasil penanaman cabai bantuan ini sangat membantu perekenomiam masyarakat di tengah bencana pandemi Covid-19,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Kadis Pertanian Gayo Lues mengimbau, penerima bantuan harus benar-benar memanfaatkan kesempatan dan melakukan penanaman dan perawatan dengan baik. Jangan pernah menjual bantuan yang diberikan, karena tujuan Pemda Gayo Lues memberikan bantuan untuk ditanam dan hasilnya demi kesejahtraan masyarakat.[]