BANDA ACEH- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengadakan workshop jurnalistik untuk 40 siswa/siswi Madrasah Aliyah dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh pada 22-24 Februari 2018 di hotel Oasis Banda Aceh.
Ketua Panitia Dra Qadriyah, M.Pd pada pembukaan acara mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai bekal pengetahuan tentang dunia jurnalistik agar para siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi tapi juga sebagai produsen informasi.
Kegiatan dengan tema “Membangun Kreatifitas Siswa Madrasah dalam Dunia Jurnalistik untuk mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat” ini dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Daud Pakeh dan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Aceh.
Setelah membuka secara resmi, Kakanwil Langsung menyampaikan materi dan berdialog dengan peserta. Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menyampaikan bahwa sebuah lembaga terbangun dengan maksimal tidak terlepas dari peran media, dan media itu ada karena adanya jurnalis.
Orang nomor satu di jajaran Kanwil Kemenag Aceh ini juga mengatakan madrasah punya potensi yang perlu dikembangkan di dunia jurnalistik dan media juga butuh wartawan penerus.
“Dengan melatih jurnalis siswa madrasah, minimal mereka bisa menulis apa yang terjadi di lingkungan mereka, motivasi mereka terbangun untuk menulis, minimal di sekolah sendiri dan diharapkan ini terus dibina tanpa terputus,” ujar Kakanwil.
Selain itu pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menjanjikan kepada para peserta jika menjadi peserta terbaik, maka sebagai Reward akan dibawa untuk meliput acara nasional yang akan dilakukan di Bengkulu pada September mendatang.
Pada kegiatan ini juga Kakanwil mengundang secara khusus Reni Hesti Mentari. Kekhususan ini bermula ketika Kakanwil Kemenag Aceh megnajak Hesti untuk menulis dan menjanjikan akan diikutsertakan pada pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Kanwil Kemenag Aceh.
Diketahui, Hesti adalah korban bully para warganet ketika melakukan aksi protes saat razia pada 7 November 2017 lalu.
Selesai acara, Hesti mengatakan bahagia karena menjadi undangan khusus pada acara workshop jurnalistik ini.
“Bahagianya tu ga' bisa dibilang,” kata Hesti sambil tersenyum.
Ia juga bertekat akan mengikuti pelatihan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh.
“Saya tak ingin membuat pak Daud Pakeh kecewa, saya akan ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh,” kata Hesti yang memang bercita-cita ingin jadi wartawan ini. [] (rel)





