Sebagai penutup rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-72 Provinsi Aceh tahun 2018, Kakanwil Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan bedah rumah milik Nek Sainah, warga Gampong Paya Rehat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Selasa, 23 Januari 2018.

Bedah rumah tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan Rp40 juta oleh Kakanwil Kemenag Aceh H.M Daud Pakeh dan sejumlah peralatan rumah, seperti peralatan dapur. Bantuan itu diterima langsung oleh Nek Sainah, disaksikan para warga.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPR Aceh, T. Jamaluddin Muku, Kabag TU dan Kabid pada Kanwil Kemenag Aceh dan Kakankemenag se-Aceh.

Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan, bantuan bedah rumah tersebut merupakan infak dan sedekah dari ASN Kemenag se-Aceh.

“Alhamdulillah pada HAB tahun ini Kemenag Aceh melakukan program bedah rumah dan ini perdana dilakukan sesuai dengan kemampuan kami, dengan harapan program Kemenag peduli ini bisa dilakukan di setiap kabupaten kota,” ujar Daud Pakeh melalui siaran pers.

“Semoga kehadiran Kemenag semakin dirasakan oleh masyarakat dengan sejumlah program yang dilakukan selama  ini,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan beberapa peralatan rumah, “insya Allah ada lagi peralatan di kantor yang akan kita bawa ke sini setelah bedah rumah selesai, kita berharap rumah ini cepat selesai, dan layak huni,” ungkapnya.

“Semoga ibunda Sainah juga lebih nyaman ke depan dan nyaman beribadah kepada Allah di rumah baru,” lanjut Daud Pakeh.

Anggota DPR Aceh, T. Jamaluddin Muku yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Kakanwil Kemenag Aceh terhadap program bedah rumah dan kepeduliannya terhadap pendidikan di pedalaman Aceh Tamiang.

Sementara Kepala Desa atau Datok Penghulu yang diwakili Sanusi, mengucapkan terimakasih sebesarnya kepada keluarga Kemenag Aceh atas semua bantuan yang diberikan.

“Hari ini, Bapak-Bapak sudi kiranya melihat desa kami, yang jauh dari kota, hari ini juga membawa oleh-oleh ke desa kami, membedah rumah seorang warga kami, beliau adalah janda tidak ada tempat untuk mengadu, kami juga tidak ada tempat mengadu, terimakasih banyak, semoga Allah membalas semua kebaikan saudara,” ungkap Sanusi.

Nek Sainah adalah seorang janda yang ditinggal suami lima tahun lalu. Ia memiliki tanggungan enam orang anak, rumahnya masih berlantai tanah, dinding dari papan yang sudah banyak bolong, atap dari rumbia sudah banyak bocor dan rumah itu belum ada listrik.

Ia merasa bahagia dan terharu atas bantuan yang diterimanya itu.

“Alhamdulilah, syukur kepada Allah saya bisa menerima anugerah ini,” ungkap Sainah saat menerima bantuan tersebut.[]