Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsKemenag Aceh Beri...

Kemenag Aceh Beri Reward untuk Jurnalis Siswa

BANDA ACEH – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2018 telah resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, yang diwakili Dirjen Pendidikan Islam, Islam. Prof. Kamaruddin, M. Phil, di gedung STQ Bengkulu, Selasa, 25 September 2018.

Salah seorang siswa bernama Abdurrachman Halim, siswa MAN 2 Kota Langsa, merupakan jurnalis siswa binaan Kanwil Kemenag Aceh, ia terpilih sebagai peserta terbaik pada pelatihan jurnalistik siswa Madrasah Aliyah se-Aceh tahun 2018 beberapa waktu lalu, dan kini ia mendapatkan Reward dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh, untuk meliput event KSM Nasional 2018. 

“Pemberian reward ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada jurnalis siswa, agar ke depan menjadi motivasi bagi mereka lebih giat menulis dan mendalami ilmu jurnalistik. Karena anak-anak kita di Madrasah memiliki kemampuan untuk itu,” ujar Daud Pakeh, usai menghadiri Pembukaan KSM Nasional 2018. 

Ia mengatakan, pemberian reward tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan tahun sebelumnya, yaitu mengajak siswa Madrasah dan juga Jurnalis Santri untuk meliput kegiatan-kegiatan sasional seperti Pramuka Nasional di Ambon, Pospenas Banten, dan sejumlah event lainnya. 

Mereka banyak yang mempunyai bakat dan minat untuk menjadi jurnalis, sehingga mereka semua perlu dibina. 

“Dengan melatih jurnalis siswa Madrasah, minimal mereka bisa menulis apa yang terjadi di lingkungan mereka, motivasi mereka terbangun untuk menulis, dan nanti di sekolah masing-masing diharapkan ini terus dibina secara berkelanjutan,” ujar Daud Pakeh.

Sementara itu, Abdurrahman Halim, bersyukur dan bahagia mendapatkan kesempatan untuk meliput event nasional tersebut.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk terus tetap menulis. Menulis merupakan hal yang sangat penting di dalam kehidupan. Jika tidak ditulis, ilmu akan hilang. Sejarah akan berlalu begitu saja ditelan masa, tanpa ada yang mengetahui peristiwa hebat yang terjadi di masa lalu,” ujar Abdurrahman. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Aceh, pembimbing saya dari Inmas Kanwil Kemenag Aceh dan seluruh teman-teman pelatihan jurnalistik siswa Madrasah, juga kepada pihak Madrasah yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada seluruh pembaca untuk terus menulis, karena dengan menulis bisa dikenal dunia. []

Baca juga: