LHOKSUKON – Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara meluas ke tiga kecamatan akibat meluapnya Krueng Peutoe dan Krueng Pirak, Rabu, 26 September 2018. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan persawahan yang baru ditanami padi.
Pantauan portalsatu.com/, banjir di Kecamatan Lhoksukon meliputi sebagian Gampong Meunasah Jok KM II, Meunasah Nga KM III, Babah Geudubang KM IV, Meunasah Krueng KM V, Meunasah Dayah KM VI, Kumbang KM VII, Buloh KM IX, dan Gampong Geulumpang KM X.
Namun, kondisi terparah terjadi di Gampong Kumbang KM VII akibat jebolnya tanggul di sisi kiri dan kanan jembatan gantung yang baru dibangun. Di Gampong Kumbang, sekitar 600 meter badan jalan menuju Kecamatan Cot Girek ikut terendam. Sementara di Gampong Geulumpang KM X air sungai telah melewati tanggul juga merendam sekitar 150 meter badan jalan.
Di Kecamatan Cot Girek meliputi Gampong Cot U Baroe KM XI dan Gampong Trieng. Sementara di Kecamatan Pirak Timu meliputi Gampong Beuracan Rata, Asan Krueng Kreh dan Gampong Trieng Krueng Kreh.
Banjir tersebut juga mengakibatkan sejumlah sekolah terpaksa meliburkan siswanya. Di antaranya, SD Negeri 9 Kecamatan Lhoksukon, SMP Negeri 4 Kecamatan Lhoksukon dan SMP Negeri 2 Kecamatan Cot Girek.
Geuchik Gampong Kumbang KM VII, Jufriadi, ditemui portalsatu.com/ di lokasi itu menyebutkan, banjir sudah berlangsung tiga hari sejak Senin, 24 September lalu, tapi hari ini (Rabu) semakin parah.
“Di sini terdapat 158 Kepala Keluarga (KK) atau 719 jiwa, ada sekitar 100 rumah yang terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Di daerah yang agak rendah ketinggian air mencapai 1 meter lebih, sementara daerah yang agak tinggi sekitar 50 centimeter. Air di atas badan jalan berkisar 10 – 40 centimeter,” ujar Jufriadi.
Jufriadi menambahkan, “Ada dua titik tanggul jebol di sisi kiri dan kanan jembatan gantung baru itu. Selain itu, lima titik tanggul lainnya juga terancam jebol”.
Basyah, 38 tahun, warga Gampong Kumbang KM VI mengatakan, “Banjir ini musibah bagi kami, bukan hanya rumah yang terendam, tapi juga sawah yang baru kami tanami padi. Sudah tiga hari padi terendam, jika lebih dari lima hari maka padi akan mati dan kami merugi”.
Hapsah, 27 tahun, warga Gampong Geulumpang KM X mengatakan, banjir merendam rumah warga sejak pukul 07.00 WIB (Rabu) akibat meluapnya air Krueng Peutoe. “Di sini tanggulnya memang sangat rendah, jadi jika hujan di gunung sudah pasti air sungainya meluap. Dalam setahun banjir bisa lebih dari lima kali,” kata Hapsah sambil menggendong anaknya yang masih balita.
Secara terpisah via telepon seluler, Mahyuddin Idris, 27 tahun, warga Kecamatan Pirak Timu mengatakan, sejak Subuh tadi banjir kiriman dari Krueng Peutoe telah memasuki pemukiman warga di tiga gampong. “Sejak Subuh tiga gampong kita terendam banjir akibat kiriman air dari Krueng Peutoe. Sejak pukul 12.30 WIB ketinggian air terus naik akibat meluapnya Krueng Pirak. Selain rumah dan sawah, badan jalan juga sudah terendam. Ketinggian air saat ini di atas lutut dan terus naik,” ujar Mahyuddin.
Sejumlah anak ditemui portalsatu.com/ di lokasi banjir mengaku tidak ke sekolah karena banjir merendam rumah dan sekolahnya. “Kamoe hana jak sikula uroe nyoe, SMP 2 ka ditamong ie. Rumoh kamoe pih ka banjer, maka jih kamoe jak maen ie, jak meulangue (Kami tidak pergi ke sekolah hari ini, SMN 2 sudah masuk air. Rumah kami pun kebanjiran, makanya kami pergi main air, berenang),” ucap salah satu anak sambil tertawa girang.
Sebelumnya diberitakan, lima gampong di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, terendam banjir akibat jebolnya dua titik tanggul Krueng Peutoe di Gampong Kumbang LT, KM VII, Lhoksukon, Senin, 24 September 2018. Lima gampong tersebut meliputi, Kumbang LT, Teungoh LT, Dayah LT, Krueng LT dan Tuha LT.[]





