BANDA ACEH – Dalam rapat pimpinan Kemenag Aceh diputuskan, seluruh pengurus masjid dan musala diimbau melakukan pembersihan secara rutin sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah. Masjid dan musala juga diminta tidak menggunakan ambal atau karpet. Masyarakat diminta memperbanyak doa dan ibadah serta jangan panik.

“Bagi masyarakat yang ingin beribadah di masjid, kita imbau membawa sajadah sendiri. Paling tidak membawa satu kain untuk tempat sujud,” ungkap Saifuddin, Kepala Tata Usaha Kemenag Aceh saat dikonfirmasi portalsatu.com, di kantin Kemenag Aceh, Minggu, 15 Maret 2020.

Sementara itu, aktivitas perkantoran dan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana biasanya. ASN juga diminta melakukan pembersihan terhadap lingkungan tempatnya bekerja.

“Aktivitas perkantoran dan pelayan publik tetap berjalan seperti biasanya,” katanya.

Kemenag Aceh juga sudah mengeluarkan surat edaran pelarangan terhadap ASN yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

“Sementara waktu kita tiadakan perjalanan dinas keluar daerah, terutama khusus daerah-daerah yang terjangkit virus tersebut, karena setelah kembali akan bermasalah untuk kita semua,” ujarnya.

Kemenag mengimbau ASN yang tengah berada di luar kota, ketika kembali ke Aceh segera memeriksakan diri, agar terhindar dari penyebaran Covid-19 di wilayah Aceh.

“Bagi ASN yang sedang berada diluarpun kita harapkan setibanya di Aceh, segera memeriksakan diri, paling tidak bisa dipastikan tidak ada terjangkit virus tersebut. Absen (daftar hadir) pun sudah kita ganti dari finger print ke proteksi wajah, sehingga tidak ada kontak fisik di sana,” pungkasnya.[](Razi)