IDI RAYEK – Amiruddin (45), nelayan Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, meninggal dunia akibat terkena baling-baling kapal di tengah laut, Jumat, 26 Juli 2019.
Kasatpolair Polres Aceh Timur, Iptu Pidinal Limbong, Sabtu, 27 Juli 2019, mengatakan korban merupakan pekerja Kapal Motor “Meutuah That” milik Safruddin, asal Gampong Paya Dua, Peudawa.
Menurut Pidinal Limbong, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. Di antaranya, Zunaidi (45), tekong, dan Dedi Firmansyah (37), pawang, keduanya warga Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, dan Jamalludin (32), nelayan Gampong Paya Dua, Peudawa, Aceh Timur. Menurut keterangan saksi, lokasi kejadian itu berada di luar perairan Indonesia, kurang lebih120 mil.
Adapun kronologi kejadian, berdasarkan keterangan saksi-saksi, Jumat, sekira pukul 09.00 WIB, korban yang sedang menarik pukat dari atas boat (kapal) merasakan ada kendala di bagian baling-baling. Lalu korban turun ke laut untuk mengecek di bagian bawah kapal yang menurut korban ada yang tersangkut di baling-baling dengan kondisi mesin boat masih hidup.
“Tak lama berselang, saksi-saksi melihat darah yang begitu banyak sehingga saksi Jamaluddin turun ke laut guna membantu korban. Namun nahas korban tidak dapat ditolong karena terkena baling-baling kapal dengan luka yang cukup parah,” ujar Kasatpolair Pidinal Limbong dalam laporannya diterima portalsatu.com dari pihak Humas Polres Aceh Timur.
Selanjutnya tekong kapal langsung menghubungi toke boat KM. “Meutuah That” melalui jaringan radio ke boat lain yang lebih dekat dengan pinggiran pantai karena tidak adanya jaringan telepon seluler di tengah laut.
“Pada hari ini (Sabtu), sekira pukul 06.00 WIB, KM Meutuah That tiba di Kuala Idi dengan membawa korban. Selanjutnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud, Idi, guna dilakukan visum. Dari hasil visum dokter, diketahui terdapat luka robek pada bagian perut dan luka robek pada kaki sebelah kiri serta keluarnya darah dari bagian telinga,” kata Kasatpolair.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Gampong Paya Dua dan diterima pihak keluarga guna disemayamkan.[](rel)



