SUBULUSSALAM – Yoki Syah Putra Berampu, 22 tahun, akrab disapa Yoki Berampu, kini mulai dikenal lewat lagu-lagu menggunakan bahasa Singkil atau bahasa kampung.
Sosok yang tampak sederhana itu memulai karir di dunia tarik suara pada 16 Desember 2016 lalu. Berawal dari keinginannya menulis syair-syair untuk dilantunkan dalam sebuah lagu menggunakan bahasa daerah. “Berawal dari membuat lagu, bang, menyadarkan aku bagaimana indahnya sebuah syair bila dilantunkan,” kata Yoki Berampu kepada portalsatu.com/ dalam percakapan via WhatsApp, Kamis, 16 November 2017, malam.
Pemuda Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang, Kota Subulussalam ini sudah merampungkan album perdana berisikan 10 lagu ciptaannya sendiri. Lagu-lagu tersebut kini beredar di tengah masyarakat dan di Youtube. Dua di antaranya sangat populer karena disukai masyarakat, yakni “Pemekhe Hakhapen Palsu (PHP)” atau Pemberi Harapan Palsu dan lagu “Salam Pekhpisahen” (Salam Perpisahan).
Lagu “PHP” di Youtube sudah ditonton mencapai 126.335 kali, disusul “Salam Pekhpisahen” sebanyak 82.116 kali. “Lagu yang saya bawakan tidak terhitung, tapi alhamdulillah saya berhasil merilis 10 lagu ciptaan saya sendiri. Yang populer sih kayaknya PHP dan Salam Pekhpisahen,” ungkap pria kelahiran 20 Mei 1995 ini.
Sementara delapan lagu menarik lainnya berjudul “Tentang Cinta”, “Kede Kopi”, “Penghakhapen”, “Malot Bahagia”, “Peneselen”, “Tamat Sekolah”, “Khayalku” dan “Gendang Singkil”.
Yoki hanya menempuh pendidikan tingkat SMP akibat ada persoalan keluarga sehingga ia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, kondisi ini justru memberi motivasi baginya untuk berusaha menjadi yang lebih baik, salah satunya mengasah kemampuan di bidang tarik suara.
Anak pasangan dari Rohani dan Sahrin ini memiliki beberapa prestasi, yakni penghargaan musisi muda se-Kota Subulussalam, dan juara pertama tarik suara dalam sebuah kompetisi digelar oleh salah satu partai politik.[]


