Karya Taufik Sentana*

Engkau telah menghimpun semua janji penciptaan. Semua kerinduan dan dendam anak manusia tumpang tindih di pundakmu.

Engkau terus menua
dan terus menuai kisah lama
dari anak manusia.
Kisah sabar dan pongah,
atau tunduk dan durja.

Rahasiamu adalah kesetiaan
pada TItah Semula
terhampar dalam kosmos
dan beredar pada gelap dan benderang.

Di abad berkemajuan ini
tak ada lagi yang bisa 
engkau sembunyikan,
baik di kerak gunung
atau dasar laut.

Adapun benih dan tunas tunas
dari keping tanahmu hanyalah
pengantar cerita baru
tentang ada dan tiada, 
sedang engkau terus menua.[]

*Peminat sastra sufistik.