BANDA ACEH Kepala Kesbangpol dan Linmas Aceh, Nasir Zalba, mengatakan aktivitas Gafatar di Aceh sempat mencuat beberapa waktu lalu, tepatnya di Ulee Kareng, Banda Aceh. Kelompok organisasi yang kemudian diketahui turut mengembangkan paham sesat dalam aktivitas lembaganya ini kemudian pasif setelah digerebek oleh warga.
Sampai sekarang kelompok ini sudah tidak eksis lagi, kata Nasir Zalba, saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 13 Januari 2016.
Pun demikian, ia tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk terus mewaspadai terhadap aliran dan paham sesat. Ia meminta kerjasama masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak tertentu jika menemukan hal yang aneh terkait paham akidah.
Kita harapkan peran serta masyarakat dalam menangani dan mencegah hal ini. Masyarakat bisa langsung melaporkan pada kami atau ke perangkat desa setempat untuk ditindaklanjuti jika menemukan hal seperti Gafatar ini, kata Nasir.
Ia juga mengatakan nama kelompok seperti Gafatar ini dapat berubah-ubah setiap waktu. Kalau tidak salah namanya sekarang sudah jadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKTSA) dan di Aceh masih belum menampakkan eksistensinya lagi, kata dia.[] (bna)

