Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsDua Maling Ranmor...

Dua Maling Ranmor Babak Belur Dihajar Massa, Sepeda Motor Vixion Dibakar

LHOKSUKON – Dua tersangka pencurian sepeda motor babak belur diamuk massa di Gampong Nga, Kemukiman Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa, 12 Januari 2016 saat pelaksanaan salat magrib. Dalam kejadian tersebut massa juga membakar sepeda motor tersangka.

Masing – masing dari mereka adalah Azhari, 17 tahun, warga Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dan Mursalin, 20 tahun, warga Gampong Lam Ali, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

“Sekitar pukul 18.30 WIB, kedua tersangka melintasi areal persawahan di Gampong Bintang Hue, Lhoksukon dengan mengendarai sepeda motor Vixion. Saat melihat ada sebuah sepeda motor Supra X 125 milik warga yang terparkir di lokasi, tersangka Azhari turun dari Vixion dan langsung mengambil Supra X 125 tersebut,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, kepada portalsatu.com, Rabu, 13 Januari 2016.

Ia menyebutkan, Azhari berhasil mengambil Supra X 125 setelah terlebih dahulu merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci T. Lalu keduanya langsung kabur beriringan.

“Secara kebetulan Azhari berpapasan dengan warga setempat yang mengenali sepeda motor tersebut. Menyadari dibuntuti oleh warga, tersangka mencoba melarikan diri. Namun sejumlah warga berhasil menghentikan kedua tersangka. Alhasil, warga yang merasa kesal langsung menghakimi keduanya hingga babak belur. Warga juga membakar sepeda motor Vixion tersebut,” ujarnya.

AKP Mahliadi menambahkan, amuk massa itu terjadi tepat saat pelaksanaan salat magrib. Saat petugas datang, sepeda motor sudah dibakar.

“Kedua tersangka dan barang bukti sepeda motor langsung diamankan ke Polres Aceh Utara guna proses lebih lanjut. Petugas juga terkena bogem warga saat berusaha mengamankan tersangka. Saat ini sedang dilakukan pengembangan dari mana kunci T itu berasal,” jelas AKP Mahliadi.

Hal itu dibenarkan Geuchik Gampong Nga, Sofyan. “Saat saya tiba di lokasi, tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Polres. Saya hanya mendengar cerita sekilas dari warga saja. Kabarnya sepeda motor warga yang dicuri itu kehabisan bensin di tengah jalan. Maka pelaku meninggalkan di tengah jalan dan kembali kabur dengan sepeda motor Vixion. Namun akhirnya warga berhasil menghentikan kedua pelaku,” kata geuchik.

Selain itu, lanjutnya, di Gampong Nga memang kerap terjadi kehilangan, baik itu mobil, sepeda motor hingga ternak. Bahkan seminggu lalu satu unit sepeda motor Supra X 125 milik Ilyas, 35 tahun, warga setempat juga hilang.

Sementara itu, Badlin, 26 tahun, pemilik sepeda motor yang dicuri tersangka menyebutkan, saat kejadian ia sedang menyemprot padi di sawah. Sepeda motor tersebut diparkir di atas pematang sawah berjarak 100 meter dari sawahnya.

“Saat ada warga yang teriak maling, saya langsung melihat sepeda motor saya yang ternyata sudah raib. Saya sempat melihat dari kejauhan ada orang yang mendekati sepeda motor saya, tapi saya tidak begitu peduli karena saya pikir hanya orang yang numpang lewat saja. Tiba – tiba saat saya lihat kembali, sepeda motor saya sudah hilang,” kata Badlin.[] (ihn)

Baca juga: