LHOKSEUMAWE – Warga Simpang Buloh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, menanam pohon pinang di badan jalan nasional Banda Aceh-Medan. Hal ini dilakukan warga lantaran kesal dengan kondisi badan jalan yang sudah lama dibiarkan berlubang, Kamis, 7 Januari 2016.

Warga turut menempelkan selembar karton bertuliskan “Mohon Doa Restu” di pohon pinang tersebut. Ada juga kertas lainnya yang bertuliskan “PU Buta Hati Jangan Buka Mata” yang ditulis dengan huruf kapital pada kertas putih.

Hafidh, salah satu warga Simpang Buloh, mengatakan pohon pinang tersebut sudah ditanam sejak tiga hari lalu. “Beberapa hari lalu ada yang kecelakaan dan kondisinya sangat parah. Nah, dari itulah masyarakat kesal dan menanam pohon itu,” kata Hafidh.

Dia mengatakan kondisi jalan tersebut awalnya tidak begitu parah. Namun pipa air yang ada di kawasan tersebut diduga bocor sejak sepekan lalu. Akibatnya jalan nasional ini menjadi lembab sehingga volume kerusakan semakin parah.

“Masyarakat sudah tidak sanggup lagi melihat dengan kondisi seperti ini. Namun pemerintahnya masih saja cuek yang membiarkan pengguna jalan terjatuh ke lubang dan berakibat fatal,” kata Hafidh.

Ia berharap pemerintah merespon perihal jalan rusak tersebut. Menurutnya, pohon pinang yang ditempatkan di ruas jalan menjadi pemberitahuan keras untuk pemerintah agar segera memperbaiki fasilitas publik dengan baik.[] (bna)