BANDA ACEH – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menyelenggarakan kegiatan ‘Sosialisasi Pembauran Kebangsaan’ pada, Rabu 18 Juli 2018 di Aula Badan Kesbangpol Aceh Jl. Tgk Malem No. 8 Kuta Alam, Banda Aceh.
Kegiatan dimulai pada pukul 09 Wib dengan jumlah peserta 60 orang, terdiri dari para tokoh etnis yang ada di Aceh, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Banda Aceh, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Aceh Besar, dan instansi terkait.
Kegiatan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan ini di awali dengan kata-kata sambutan oleh ketua FPK Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA.
Dalam sambutannya ketua FPK Aceh mengatakan bahwa bangsa Indonesia begitu besar, dan terdiri dari berbagai macam suku bangsa, etnis, agama, ras dan adat budaya.
“Keragaman ini merupakan potensi dan karunia luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada Negara ini, sehingga disaat yang bersamaan keberagaman juga menjadi ancaman atas eksistensi negeri ini jika kita tidak paham akan makna kebersamaan,” kata Syahrizal.
Oleh karena, kata Syahrizal, itulah pemerintah membentuk sebuah forum atau wadah tempat kita diskusi, berbagi dan bersilaturahmi dengan tujuan dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“Forum Pembauran Kebangsaan adalah salah satu instrument dari sekian banyak instrument lainnya yang dibangun oleh pemerintah untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang berdasarkan pada konstitusional Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Syahrizal.
Selanjutnya, kegiatan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh yang diwakili oleh Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsayaitu Bapak Restu Andi Surya, S.STP, MPA.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat Permendagri No. 34 Tahun 2006 dan Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam No. 36 Tahu 2007 tentang Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.
“Pada pasal 1 Permendagri tersebut disebutkan bahwa Sosialisasi Pembauran Kebangsaan merupakan sebuah upaya yang dilakukan pemerintah untuk memasyarakatkan program pembauran kebangsaan sehingga dapat dipahami dan dihayati oleh masyarakat secara luas,” katanya.
Menurutnya, bangsa Indonesia dibangun berdasarkan kemajemukan dan keanekaragaman suku, etnis, agama dan budaya sehingga perlu dilakukan upaya-upaya mempersatukan perbedaan tersebut tanpa harus menghapuskan identitas satu sama lain. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, ia berharap para peserta dapat membantu pemerintah khususnya di Aceh dalam menjaga keamanan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bagi bapak dan ibu yang bernaung di bawah sebuah paguyuban, perkumpulan atau organisasi salah satu cara kongkrit yang dapat Bapak dan Ibu lakukan adalah dengan mendaftarkan paguyuban ataupun perkumpulan anda pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh agar memiliki legalitas hukum dan terdata oleh Pemerintah sehingga potensi – potensi yang dimiliki oleh paguyuban ataupun organisasi kemasyarakatan dapat bersinergi dengan pemerintah,” kata Ketua Kesbangpol Aceh.
Kegiatan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan ini menghadirkan empat orang nara sumber yaitu Ketua FPK Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA dengan tema “Peran dan Fungsi Forum Pembauran Kebangsaan. Juga perwakilan etnis, Kolonel CAJ Dr. Ahmad Husein, MA dengan tema “Pembauran Kebangsaan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”.
Hadir pula Kasubbid Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Aceh, Musmulyadi, S.Pd.I. MM dengan tema “Peran Pemerintah Mewujudkan Sinergitas dan Sinkronisasi Ormas/Paguyuban dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa”.
Pemjadi pemateri pula Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Restu Andi Surya, S.STP, MPA dengan tema “Kebijakan Pemerintah dalam Pembauran Kebangsaan.[](Rel)





