IDI — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menyelenggarakan sosialisasi pembauran kebangsaan di Kabupaten Aceh Timur, Kamis, 20 Februari 2020. Sosialisasi ini bertema “Dengan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan Kita Harapkan Tumbuh Kesadaran Saling Menghormati dan Menghargai Keragaman sebagai Anugrah Allah SWT”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Dinas PUPR Kabupaten Aceh Timur ini diikuti 60 orang peserta, terdiri dari para camat, keuchik, tokoh agama, pengurus FPK, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda di Kabupaten Aceh Timur.
Kepala Badan Kesbangpol Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Dra. Ainol Marliah, Plt. Kabid Ideologi, Wasbang dan Karakter Bangsa menyatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa yang telah diwarisi oleh para pendiri bangsa harus dijaga bersama.
“Konflik berkepanjangan yang telah kita rasakan pada masa lalu jangan sampai terulang di Aceh, karena konflik telah menghancurkan peradaban kita salah satu buktinya adalah kualitas pendidikan Aceh yang masih sangat rendah dibanding dengan provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Aceh Timur yang diwakili oleh Asisten Bidang Adminstrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Muhammad Amin dalam pidato pembukaannya mangatakan bahwa ada dua aspek kerukunan, yaitu kerukunan antar umat beragama dan kerukunan antar suku, etnis, budaya dan adat istiadat.
“Kerukunan merupakan aspek penting dari pembangunan, karena pembangunan akan berjalan dengan baik jika keamanan terjamin dan politik berjalan dengan baik. Sejauh ini, di Aceh Timur alhamdulillah tidak pernah terjadi konflik SARA,” ujarnya.
Sosialisasi itu menghadirkan para pemateri yang terdiri dari: Anggota FPK Aceh Dr Anton yang membawakan materi “Memaknai keragaman sebagai Anugerah Tuhan dalam Masyarakat yang Plural di Indonesia.”
Kemudian Muhibuddin yang juga anggota FPK Aceh dengan materi “Peran FPK dalam Membangun Pembauran Kebangsaan di Aceh” sera Adliansya yang memaparkan materi berjudul “Kebijakan Pemerintah Aceh Timur dalam Pembauran Kebangsaan” [adv]



