TAPAKTUAN — Kesbangpol Provinsi Aceh bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Aceh Selatan, menggelar sosialisasi tentang pemantapan nilai-nilai sejarah, karakter dan wawasan kebangsaan, bertempat di Aula Hotel Pante Cahaya, jalan Merdeka Tapaktuan, Selasa, 18 Juli 2017.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos, MM. Narasumber terdiri dari, Staf Ahli Pangdam IM Bagian Hukum dan Humaniter, Kolonel Caj Dr. Ahmad Husein MA, dosen dan akademisi Unsyiah dan Dr. Rusli Yusuf MPD, dari Dinas Pendidikan Aceh Selatan dan Badan Kesbangpol Aceh Selatan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan pada Kesbangpol Aceh, Dandim 0107 yang diwakili Kapten Inf Amri Umari, Kapolres yang diwakili Ipda Amar dan Kepala Kesbangpol Aceh Selatan, Akmal Hilma, S.H.
Berikutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Drs. Martunis dan Camat Tapaktuan, Yulmainar, SE, Kepala Mukim Hilir, Supeno Yusuf, para gKeuchik dalam Kecamatan Tapaktuan, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Wabup Aceh Selatan, Kamarsyah dalam arahannya mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin pesat di media sosial sehingga dapat merusak mental dan moral generasi muda.
Maka untuk itu, kita sebagai orang tua harus memahami betul apa yang diperbuat oleh anak anak kita tentang pemanfaatan di media sosial. Karena, penjajahan biologis ini bukan dari luar negeri akan tetapi dari dalam negeri, untuk itu generasi muda harus memahami pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, ujarnya.
Sementara, saat menyampaikan materinya, Staf Ahli Pangdam, Kolonel Caj Dr. Ahmad Husein MA menyebutkan, pada waktu ia bertemu Presiden Joko Widodo menyatakan agar bangsa ini untuk bersatu dengan kata Aku Indonesia.
Kita harus mengulas sejarah kebelakang, bahwa pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya akan dinyanyikan, semua hadirin berdiri, pada saat Dr. Sutomo mengatakan kepada polisi polisi Belanda tahun 1928 ( yang tidak berdiri adalah kerbau ), paparnya.
Ia melanjutkan, untuk menjaga keutuhan bangsa ini maka ada 4 hal yang harus diamalkan dan dipedomani yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Negara yang kuat harus berdiri suatu pertahanan militer, contohnya di Koramil Koramil setempat yang bertulisan NKRI Harga Mati, Bersama Rakyat TNI Kuat, hal itu maknanya sangat dalam.[]



