SUBULUSSALAM – Kesbangpol Aceh menggelar sosialisasi regulasi politik kepada puluhan masyarakat Kota Subulussalam terdiri dari OKP, pelajar dan tokoh masyarakat di Hotel Khairulsyah, Kamis, 15 November 2018.
Sosialisasi yang mengambil tema melalui sosialisasi regulasi politik bagi masyarakat kita wujudkan pemilu damai dan bermartabat (tolak politik uang, sara, hoax dan ujaran kebencian) ini dibuka Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza MAP diwakili Asisten I Drs. HM Yakub KS.
Dalam sambutannya, Yakub berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih bagi masyarakat Subulussalam pada pilpres dan pileg 2019 mendatang. Ia menjelaskan selama ini partisipasi pemilih masyarakat di daerah ini tergolong tinggi merujuk Pilgub Aceh pada 2017 lalu mencapai 84 persen.
Sementara di Pilkada Kota Subulussalam partisipasi pemilih semakin meningkat menjadi 97 persen. Lalu bagaimana dengan pemilu 2019 mendatang apakah partisipasi meningkat atau justru menurun dari sekarang.
“Karena di pilkada sudah jelas, masyarakat sudah mengenal sosok calon. Namun di pemilu ini kita hanya mengenal calon hanya lewat televisi. Mudah-mudahan meningkat,” kata Yakub.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Effendi melalui Kabid Poldagri, Drs Arsyi M. Si mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui regulasi yang mengatur tentang pemilu.
“Serta meningkat angka partisipasi masyarakat. Sekembalinya dari sini dapat disosialisasikan lagi kepada masyarakat,” kata Arsyi.
Kaban Kesbangpol Kota Subulussalam, Khairunnas dalam sambutannya menyebutkan kegiatan ini kerjasama Kesbangpol Aceh dan Kesbangpol Subulussalam untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang regulasi pemilu dalam rangka mewujudkan pilpres dan pileg damai bermartabat.[]



