__” Setiap ketidakbahagiaan yang kita alami di dunia, hanyalah kebodohan diri dalam melihat kebaikan dan kebenaran”__
Oleh Taufik Sentana*
Kebahagian adalah pencarian terbesar manusia, entah lewat filsafat, ajaran kemanusiaan atau mengikuti jalan risalah yang dibawa para nabi lewat agama murni.
Rasa bahagia itu ada yang bersifat majazi dan hakiki. Adapun dunia yang kita tempati, hanyalah sebagai jalan menuju kebahagiaan hakiki dan abadi.
Setiap ketidakbahagiaan yang kita alami di dunia, hanyalah kebodohan diri dalam melihat kebaikan dan kebenaran. Keduanya tampil menjadi ayat ayat ilahi dalam peristiwa dan gejala sehari hari.
Yang hakiki adalah bahwa Pencipta kita (Allah SWT) hanya menjamin kebahagian makhlukNya, adapun penyimpangan dari kita menjadi jalan ketidakbahagiaan kita sendiri. Bahkan ketidakbahagiaan itu bisa abadi dalam BalasanNya kelak.
Seandainya, apa yang kita anggap ketidakbahgiaan di dunia ini sebagai suatu kesengsaraan, maka secara fitrawi kita telah berlepas dari sangka baik dan pandangan yang utuh.
Padahal sejatinya, (apalagi) sebagai muslim, mestilah dapat mengelola “ketidakbahagiaan” itu sebagai serpihan kecil peristiwa yang perlu dimaknai segera. Dimaknai dengan refleksi diri, perbaikan, kesabaran dan penguatan sisi diri.[]
–dalam catatan Bahagia setiap Saat




