BANDA ACEH – Diperkirakan sekitar 4.000 ton batubara mencemari bibir Pantai Lhoknga sepanjang 250 meter. Air laut di lokasi itu berubah warna menjadi hitam pekat. Akibat batubara yang berserakan juga berdampak menurunnya wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 21 Mei 2016, batubara tampak memenuhi bibir Pantai Lhoknga yang merupakan lokasi wisata kolam pasir putih. Salah satu pintu masuk ke tempat itu terlihat sudah dipagari warga. Kabarnya hal itu dilakukan warga untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dampak batubara yang mencemari Pantai Lhoknga.

Hamdani, seorang penjaga lokasi wisata tersebut mengatakan, kapal yang kandas saat membawa batubara itu menumpahkan setengah dari jumlah muatan. Menurutnya, kapal tongkang itu milik PT SAI mengangkut batubara untuk bahan bakar pembangkit listrik.

“Pihak perusahaan mengatakan ada 8.000 ton jumlah muatan batubara dan setengah dari muatan atau sekitar 4.000 ton jatuh ke bibir Pantai Lhoknga,” kata Hamdani.

Dia menjelaskan, sehari setelah kandasnya kapal tersebut Humas PT SAI sudah meninjau lokasi. Humas perusahaan itu, kata dia, berjanji pihaknya berupaya segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pihak perusahaan dan rekanan atau pemilik kapal mengaku sedang mencari solusi tentang langkah apa yang dilakukan untuk membersihkan batubara yang berserakan itu. Akan tetapi seminggu setelah peninjauan itu belum ada langkah serius bagaimana mengatasi batubara yang berserakan itu. Seolah-olah pihak PT SAI lepas tangan,” kata Hamdani.

Hamdani menambahkan, pencemaran batubaru berdampak menurunnya kunjungan wisatawan dan mengubah warna air laut menjadi hitam pekat seperti kopi. “Dampak kerusakan karang dan ekosistem laut belum diketahui pasti,” ujarnya.

Ia berharap pihak perusahaan dan pengelola kapal segera membersihkan batubara di bibir pantai itu supaya pencemaran tidak  semakin meluas. “Karena berpotensi merusak ekosistem laut,” kata Hamdani.

“Jika sudah dibersihkan tentu objek wisata kolam pasir putih Lhoknga bisa ramai pengunjung kembali,” pungkasnya.

Sejauh ini, portalsatu.com belum memperoleh konfirmasi pihak PT SAI terkait persoalan batubara itu.[]

Laporan Ramadhan