Rahman Mangussara 
Koordinator Komunitas Buku dan Film OJK

“China adalah raksasa tidur, biarkan dia tertidur, sebab bila dia bangun, akan mengejutkan dunia.” 

BERDIRI di atas panggung berbentuk teater yang disediakan untuk undangan luar negeri di Tiananmen, persis di depan foto Mao Zedong yang tergantung kokoh di tembok raksasa di pinggir lapangan, saya bersama sejumlah jurnalis dari berbagai negara Asia yang diundang Kementerian Luar Negeri China untuk menghadiri perayaan ulang tahun Partai Komunis China pada awal 2000-an memandang dengan takjub parade otot militer negara ini.

Rudal-rudal jelajah, pesawat tempur, dan puluhan mesin pembunuh lainnya bergerak lambat melintasi penonton yang berdecak kagum, tidak terkecuali saya. Puluhan ribu warga Beijing yang berbaur dengan undangan berteriak seperti paduan suara: hidup China.

Staf Kementerian Luar Negeri China yang mendampingi kami sebagai penerjemah dengan lancar memproklamirkan bahwa semua mesin militer yang menakutkan itu buatan China.

Bagi saya, kebenaran informasi itu tidaklah penting sebab apakah itu buatan China atau Rusia, pesan yang ingin disampaikannya sama jelasnya: hati-hati dengan kami.

Di bawah cuaca pagi yang segar, saat itu kualitas udara Beijing masih sangat bersih, saya bertanya-tanya apakah pernyataan Napoleon dua ratus tahun silam yang lebih mirip ramalan yang dikutip di awal tulisan ini akan menjadi kenyataan? Ya… Napolen benar belaka. China akan menguasai dunia, tapi bukan dalam pengertian militer, melainkan dalam bidang ekonomi.

Dua abad setelah Napoleon berkata seperti itu, China melangkah ke panggung dunia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua, menyalip negara-negara maju lain. Pengamat yang paling optimistis sekalipun tidak pernah membayangkan ini akan menjadi kenyataan.

Selengkapnya baca >>>

[] Sumber: sindonews.com