Meski berlatar belakang pelaku kejahatan, para warga binaan di Lapas Kelas III Kabupaten Banyuasin tetap memanfaatkan bulan suci Ramadan tahun ini untuk berbuat baik. Salah satunya dengan cara membaca tiga juz Alquran per hari.

Saat Okezone berkunjung ke lapas tersebut beberapa waktu lalu, tampak suasana lepas dari kesan angker dan brutal. Keadaannya lebih mirip seperti pondok pesantren karena dari setiap kamar terdengar lantunan ayat-ayat suci. Masjid di lapas itu juga dipadati warga binaan yang melakukan zikir bersama.

Kepal Subseksi Pembinaan Lapas Banyuasin, Adi Kesuma Wardana, mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan bukan hanya pada bulan puasa. Ia menerangkan, pembacaan ayat suci Alquran memang sudah menjadi rutinitas para warga binaan.

“Bedanya di bulan puasa ini, rutinitas ibadah lebih ditingkatkan. Terutama untuk tadarus, setiap hari minimal tiga juz. Sekarang sudah khatam sekali, insya Allah selama Ramadan bisa tiga kali khatam Alquran,” katanya.

Uniknya lagi, saat masuk waktu salat, suara azan ber?sahut-sahutan dari 24 kamar tahanan. “Di sini jumlah warga binaan ada 588 orang, kalau mau salat di masjid semua, tidak cukup. Terpaksa gantian, yang belum belum dapat giliran, salat berjamaah di kamar masing-masing,” ucap Adi.

“Dengan metode ini, perkembangan spiritual warga binaan bisa terkontrol. Bahkan dua minggu lalu, ada dua warga binaan yang menjadi mualaf. Di sini, kami sama-sama belajar mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Karena, hanya itulah satu-satunya obat yang mampu mengatasi semua permasalahan,” tambahnya.[] Sumber: okezone.com