LHOKSUKON Empat pemuda pengangguran di Gampong Tanjung, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, mengembangkan tanaman cabai yang kini mulai memasuki masa panen. Empat pemuda itu dibina oleh Darwis Baroh Kuta Batee, Meurah Mulia, yang selama ini meneliti bidang pertanian dan memberikan penyuluhan kepada para petani di kecamatan itu dan sekitarnya.
Empat pemuda itu adalah Lukman, Maulianda, Bukhari, dan Saputra. Empat pemuda itu awalnya pengangguran, setelah saya berikan pemahaman akhirnya mereka mau menanam cabai dan saat ini mulai memetik hasil dari cabai itu, kata Darwis kepada portalsatu.com, Senin, 8 Februari 2016.
Darwis menyebut mereka memanfaatkan lahan tidur milik orang tua Lukman untuk menanam sekitar 2.000 batang cabai. Tanaman cabai yang dikembangkan itu memiliki sejumlah keunggulan dari hasil budidaya petani biasa.
Batang tanaman cabai mereka rata-rata mencapai dua meter lebih, sehingga untuk memetik sebagian buahnya harus naik ke atas kursi. Keunggulan lainnya buah cabai mereka lebih banyak dari tanaman cabai biasanya. Tanaman cabai biasa rata-rata menghasilkan buah sekitar satu kilogram per batang sejak awal panen sampai batangnya mati, kata Darwis.
Sedangkan tanaman cabai budidaya empat pemuda itu, Darwis melanjutkan, diperkirakan mencapai 1,5 kilogram lebih. Karena baru beberapa kali panen sudah menghasilkan sembilan ons lebih per batang, sementara buahnya masih banyak, ujarnya.
Menurut Darwis, tanaman cabai hasil binaannya itu menghabiskan modal sekitar Rp8.000 per batang. Modal tersebut, kata dia, hasil pinjaman pada orang-orang yang memiliki kemampuan secara ekonomi di kawasan itu. Sedangkan tanaman cabai yang dibudidaya petani biasa, menurutnya, rata-rata modal dikeluarkan Rp6.000 per batang. Tanaman cabai yang dikembangkan empat pemuda itu lebih memaksimalkan perawatan dan obat-obatan, sehingga modal yang dikeluarkan lebih besar dan hasilnya pun jauh lebih baik dari biasanya, kata dia lagi.
Ia menambahkan, empat pemuda itu berencana membuka lahan tidur yang lebih luas lantaran sudah merasakan hasil dari usaha pertama menanam cabai. Kita berharap langkah ini juga diikuti para pemuda di gampong-gampong lainnya. Mereka bisa memanfaatkan lahan tidur yang cukup luas tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Utara. Dengan demikian sebagian pemuda tidak lagi menjadi pengangguran, kata Darwis.[] (idg)



