ACEH BESAR – Petani di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, sedang panen padi yang disebut hasil “meugoe lam reuweung“.

“Panen musim ini kita harus bersyukur karena dapat memanen gabah dengan kualitas seperti yang diharapkan. Dan ini lebih baik dari hasil panen sebelumnya, yang saat itu dilanda musim kemarau,” kata Tgk. Rusli Budiman, petani yang sedang memanen padinya di Gampong Deunong, Darul Imarah, 29 September 2018.

Tgk. Rusli mengatakan, setelah memanen hasil “meugoe lam reuweung“, akan lanjutkan dengan menanam padi tahunan pada Oktober 2018. Ia akan menanam bibit padi pulut hitam (breuh leukat adang) nantinya.

“Bibit padi pulut hitam harus ditanam dua bulan lebih awal dari yang biasa, karena kan umur panennya enam bulan, hingga saat memanen nanti bisa serentak bersama dengan jenis padi biasa,” kata Tgk. Rusli.

Menurut Tgk. Rusli, air yang mengalir dari celah celah kaki gunung kawasan itu sangat membantu petani setempat untuk dialiri ke sawah-sawah mereka.

Tgk. Rusli mengatakan, hasil panen padi musim “meugoe lam reuweung” akan digunakan untuk konsumsi kebutuhan sehari-hari, tidak dijual. Sedangkan hasil panen breuh leukat adang biasanya ia dijual.

“Harga gabah saat musim panen biasanya dibeli sekitar Rp5.000 per kilogram (oleh pedagang). Padahal sebelum panen dibeli sedikit lebih mahal. Sementara harga beras di pasar tetap seperti biasa,” katanya.

Soal hama menyerang tanaman padi, Tgk. Rusli mengatakan, biasanya dapat diatasi oleh petani dengan menggunakan pestisida atau obat pembasmi hama.

“Yang sering terjadi adalah masalah sapi yang terkadang merusak tanaman akibat kelalaian pemiliknya. Sapi-sapi sebenarnya hanya dibenarkan dilepas saat sawah sedang tidak ada padi atau musem luwah blang. Jika musim tanam tahunan, dan 'meugoe lam reuweung', semua sapi harus diikat, atau dikurung,” katanya.

Tgk. Rusli mengatakan, setelah 21 tahun mengajar pendidikan agama di salah satu sekolah menengah pertama, ia kemudian pensiun. Sejak enam tahun lalu pekerjaan sehari-harinya bertani di sawah, beternak sapi, dan berkebun. Ia juga menjabat sebagai Imum Mukim di Blang Kunyet, Darul Kamal.[]