SUBULUSSALAM – Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang mendorong terbentuknya tim monitoring penetapan harga tandan buah
segar (TBS) kelapa sawit Kota Subulussalam yang melibatkan pihak Asosiasi
Petani Kelapa Sawit.
“Tim ini akan bekerja untuk memantau penerapan
harga TBS oleh pabrik kelapa sawit dan terkoneksi dengan tim monitoring TBS dari Provinsi Aceh sebagai pengawasan untuk monitoring harga TBS
yang sudah diatur dalam Permentan Nomor 1 tahun 2018 ” Kata Fadly saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRK Subulussalam, Rabu, 8 Juni 2022.
Dalam RDP tentang penerapan harga TBS itu, Ketua DPRK Ade Fadly menerima banyak keluhan dari petani sawit terkait rendahnya harga jual TBS kepada Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang ada di wilayah Kota Subulussalam.
Padahal, kata Fadly, Pemerintah Aceh telah
mengeluarkan berita acara tentang penetapan TBS bersama pimpinan pabrik kelapa sawit di wilayah barat dan selatan Provinsi Aceh.
“DPRK Subulussalam akan
selalu hadir untuk menyelesaikan permasalahan di tengah-tengah masyarakat,” kata Fadly dalam rapat RDP yang dihadiri Apkasindo, HKTI, KTNA, pewakilan PMKS dan dinas terkait serta sejumlah petani kelapa sawit di Kota Subulussalam.
Politisi Partai Hanura ini mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melakukan investigasi dan mencari solusi dari permasalahan penerapan harga sawit yang tidak sesuai dengan ketetapan dari Pemerintah Provinsi Aceh.
“Diharapkan nantinya agar
petani tidak merasa dirugikan atas harga TBS oleh pabrik kelapa sawit,” pungkas Fadly.[]




