BANDA ACEH – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Ridwan Hadi meminta semua pihak tidak mengganggu penyelenggara pilkada, apalagi sampai menganiaya. Dia mengatakan itu terkait kasus penganiayaan anggota PPS Desa Tanoh Anoe, Aceh Timur.

Ridwan Hadi menyampaikan itu didampingi Ketua Bawaslu Aceh Muklir, Ketua Bidang Humas dan Sosialisasi Panwaslih Aceh Irhamsyah, dan Kabid Humas dan Data KIP Aceh Roby Syah Putra saat konfrensi pers di Media Center KIP Aceh, Rabu, 31 Agustus 2016.

Menurut Ridwan, anggota PPS itu harus dihargai. Mereka bekerja dan  mau berkorban demi suksesnya pilkada ini. “Jadi, mohon jangan diganggu,” katanya.

Ridwan menambahkan, tanpa PPS, pilkada tidak akan sukses. Itu sebabnyam dia meminta stakeholder turut mengawal agar PPS di seluruh Aceh bisa nyaman dalam bekerja.

“Saya meminta kepada PPS di seluruh Aceh tetap semangat, karena KIP Aceh akan terus mengawal agar penyelenggaraan pilkada yang sedang dilakukan kawan-kawan PPS ini berjalan lancar,” ujar Ridwan.

Roby Syah Putra menambahkan, kejadian penganiayaan anggota PPS di Tanoh Anoe, Aceh Timur tidak boleh terulang kembali. Kata dia, jika masyarakat tidak mendukung pasangan calon tertentu atau merasa keberatan fotokopi KTP-nya dicatut, ada mekanisme penyampaian.

“Kita berharap kepada masyarakat Aceh yang tidak memberikan dukungan kepada calon gubernur dan calon bupati tidak perlu melakukan tindakan kekerasan kepada penyelenggara pemilu,” ujar Roby.[]