Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaKetua Komisi V...

Ketua Komisi V DPRA: Restrukturisasi Pinjaman Bagi ASN Kebijakan Diskriminatif

BANDA ACEH – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Falevi Kirani, menilai kebijakan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tentang restrukturisasi pembayaran pinjaman/kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kebijakan diskrimitatif dan terkesan pilih kasih.

“Tidak ada anak tiri dan anak kandung bicara keringanan. Semua orang yang mengambil kredit, karena dampak Covid-19 ini bukan hanya ASN, tetapi semua lapisan masyarakat. Saya tidak sepakat kalau hanya ASN saja (diberi keringanan),” tegas Falevi Kirani saat dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 2 Mei 2020.

Menurut Falevi, instruksi tersebut semestinya ditujukan kepada masyarakat mempunyai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memang ekonominya menurun selama pandemi Covid-19, sehingga merekalah yang semestinya dibantu pemerintah.

“Masyarakat yang usaha kecil banyak yang terkena (dampak) Covid-19, kita mau tidak ada diskriminatif. Semua level harus sama. Saya sepakat keringanan ini diberikan ke siapa pun yang mengambil kredit baik di Bank Aceh Syariah maupun bank lain yang meringankan,” ujar Falevi.

Politikus Partai Naggroe Aceh ini juga menilai, masih banyak masyarakat di luar ASN yang terkena dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Falevi berharap Pemerintah Aceh agar memanggil kembali pihak bank untuk mengevaluasi instruksi tersebut.

“Saya rasa masih banyak masyarakat yang terdampak Covid-19, enggak cuma ASN. Profesi lain juga banyak terkena (dampak) wabah ini. Kalau memang seperti itu, Plt. harus memanggil pihak Bank Aceh Syariah bagaimana mekanismenya, yang penting jangan hanya ASN,” pungkas Falevi Kirani.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh meminta Bank Aceh Syariah untuk melakukan restrukturisasi pembayaran pinjaman bagi ASN. Hal tersebut bertujuan memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi ASN yang juga terdampak Covid-19. 

Instruksi tersebut ditetapkan dalam surat Gubernur Aceh Nomor 589/6422 tentang restrukturisasi pembayaran pinjaman ASN pada Bank Aceh Syariah dalam masa penanganan Covid-19.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Aceh, Amirullah, menjelaskan, terjadinya penyebaran virus corona telah menimbulkan dampak terhadap perekonomian masyarakat, termasuk di antaranya ASN. 

“Pendapatan mereka (ASN) pun ikut mengalami penurunan, sementara  pengeluaran biaya rumah tangga meningkat seiring upaya menjaga diri dan anggota keluarga dari ancaman Covid-19,” kata Amir dalam siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh, 28 April 2020.

Menurut Amir, kondisi ekonomi ASN yang sulit saat ini sangat berdampak terhadap kemampuan mereka yang memiliki pinjaman di bank untuk memenuhi pembayaran cicilan. Oleh karena itu, kata dia, Plt. Gubernur meminta Bank Aceh untuk memberikan restrukturisasi pembayaran pinjaman bagi ASN sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap kebijakan ini dapat bermanfaat,” kata Amir.[]

Baca juga: