BLANGKEJEREN – Meski dinyatakan sudah sembuh dari infeksi coronavirus disease 2019 (Covid-19), NS (41) warga desa Uning Pune, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sebelum berbaur kembali dengan masyarakat.

Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru menjelaskan, secara klinis dan swab, NS sudah dinyatakan sembuat dari corona, namun untuk bisa berbaur dengan masyarakat harus melewati tahapan-tahapan, seperti isolasi mandiri di rumah.

“Kita berharap ke depan tidak lagi terulang seperti ini. Setiap orang yang masuk ke Gayo Lues harus jujur, sehingga tidak meresahan orang banyak,” kata Amru, Sabtu, 2 Mei 2020 di Balai Musara, Blangkejeren.

Hal itu ditegaskan Amru, karena masih saja ada orang yang berbohong tentang riwayat perjalanannya ketika ditanya dan diperiksa di perbatasan. Ia berharap masyarakat membantu pemerintah dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 dengan berkata jujur dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Satu warga saja yang tidak jujur tentang riwayat perjalanan dan kesehatannya, ini bisa merepotkan puluhan orang lain, karena jika kita mencari dulu orang yang terpapar, sudah otomatis orang itu sudah pernah kontak dengan orang lain,” jelasnya.

Akibat permasalahan itu, kata Amru, orang-orang yang pernah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi Covid-19 harus dijemput untuk dilakukan isolasi selama 14 hari, dilakukan rapid test hingga menjalani test swab, dan itu menguras banyak waktu dan tenaga akibat ulah satu orang yang tidak jujur tersebut.

“Saat ini kita sedang menunggu hasil swab salah satu warga kita, jika hasilnya positif, ini sudah pasti kita akan repot, orang yang pernah kontak langsung denganya terpaksa harus dikarantina. Mudah-mudahan hasilnya nanti negatif. Saya juga mengimbau agar warga Gayo Lues yang berada di luar daerah tidak pulang dulu sebelum darurat Covid-19 dicabut pemerintah,” harapnya.

Sementara terkait dengan NS yang baru sembuh dari Covid-19, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gayo Lues, dr Safwan menjelaskan, selama isolasi mandiri 14 hari ke depan, NS akan tetap dipantau oleh tim gugus, petugas kesehatan dan Muspika Putri Betung.

“Isolasi itu sifatnya agar tidak terpapar kepada orang lain, karena meskipun sudah sembuh, resiko terpapar masih tetap ada, pengecekan terhadap NS dilakukan melalui telepon dan baru didatanggi ketika masih ada gejala klinis,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, NS mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemkab Gayo Lues, petugas kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik ketika di Gayo Lues, maupun saat menjalani perawatan di RSUZA Banda Aceh.

“Besar harapan saya, agar bisa kembali berbaur dengan masyarakat. Selama bekerja di kapal saya memang sering demam dan sesak, setelah berobat langsung sembuh, tapi kumat lagi. Sekarang saya rasa sesak dan deman itu sudah sembuh,” akunya. [**]