LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua I DPRK Lhokseumawe, Irwan Yusuf alias Keuchik Wan, meninjau beberapa lokasi longsor di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Ahad, 10 Januari 2021. 

Untuk diketahui, pada awal Desember 2020 lalu, perbukitan di Blang Poroh mengalami longsor menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Beberapa rumah warga lainnya terancam dengan potensi terjadinya longsor.

“Seumur hidup saya, baru tahun 2020 ada bencana longsor di Kota Lhokseumawe. Menurut saya, ini ada yang salah. Pemko atau dinas terkait harus segera cari solusi, banyak galian C dan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor,” ujar Keuchik Wan didampingi Akmal, Anggota DPRK Lhokseumawe dari Fraksi Gerindra. 

Menurut Keuchik Wan, lereng curam dan gundul (tanpa pohon) juga menjadi masalah serius sehingga kontur tanah menjadi labil, terutama saat musim hujan seperti saat ini. Oleh karena itu, masyarakat yang rumahnya berada di kaki bukit diimbau supaya selalu waspada.

Keuchik Wan juga meminta pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi agar ke depan masyarakat lebih siap menghadapi bencana alam itu. 

Dia menyebut longsor juga terjadi di beberapa titik lainnya, seperti di Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, dan kawasan Paloh, Kecamatan Muara Satu. 

“Hasil kunjungan ini nantinya akan kami tindaklanjuti ke Pemko Lhokseumawe agar dicarikan solusi dalam waktu dekat dan tindakan untuk jangka panjang, dengan harapan tidak ada lagi bencana longsor,” kata Wakil Ketua DPRK dari Gerindra itu.

Setelah melihat lokasi longsor, Keuchik Wan menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk korban longsor, terutama warga miskin di Gampong Blang Poroh. Di antaranya, untuk Yusriah (34) yang rumahnya rusak berat akibat longsor di Dusun Cot Kuta, dan Nilawati (50), janda tiga anak di dusun sama.

“Sebagian bantuan yang saya serahkan adalah amanah sumbangan dari Pak TA. Khalid, Anggota DPR RI, yang juga Ketua DPD Gerindra Aceh. Kami kader Gerindra di seluruh daerah mendapat amanah untuk memberikan perhatian kepada korban bencana alam, seperti yang terjadi di Blang Poroh,” kata Keuchik Wan.

Menurut Keuchik Wan, kunjungannya tersebut juga bagian dari agenda partai untuk menyerap keluhan dan aspirasi masyarakat. 

Sekretaris Gampong Blang Poroh, Jamaluddin, mengatakan lingkungan desanya rawan longsor karena dikelilingi kawasan perbukitan terjal. Akibat curah hujan tinggi pada Desember 2020 lalu, enam keluarga menjadi korban longsor. Yaitu, Yusriah (35), bagian dinding belakang rumah rusak parah, Murtada (53), rumahnya tertutup longsor di bagian teras, Abdurahman (45), belakang rumahnya kena longsor, Nilawati (50), bagian belakan rumahnya terdampak longsor, Darmawati Mahdin (40), dan Dakwiyah (45).

“Kami ucapkan terima kasih kepada Keuchik Wan dan TA. Khalid yang sudah memberikan perhatian. Semoga setelah kunjungan ini ada tindak lanjut agar longsor tidak terjadi lagi,” ucap Jamaluddin.[](rilis)