BerandaKirim SMS ke Menteri, Guru Honorer Ditangkap Polisi

Kirim SMS ke Menteri, Guru Honorer Ditangkap Polisi

Populer

JAKARTA – Mashudi, guru honorer asal Brebes, Jawa Tengah, ditangkap anggota Polda Metro Jaya pada Jumat 4 Maret karena mengirim pesan singkat (SMS) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Mashudi kesal terhadap Yuddy yang berjanji akan mengangkat guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, Mashudi yang telah 16 tahun bekerja sebagai guru honorer tak juga diangkat menjadi PNS.

Hingga akhirnya Mashudi mengirim SMS ke Yuddy Chrisnandi saat melakukan demonstrasi di depan Istana Negara pada 10-12 Februari yang berujung pada jeruji besi.

“Mashudi ditangkap oleh Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bagi kami, ini sebuah kriminalisasi,” ucap Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Honorer K2 Indonesia, Andi Nurdiansyah, kepada awak media, di Kantor LBH Jakarta, Rabu (9/3/2016).

Andi menjelaskan, Mashudi mengirim SMS sebanyak 20 kali kepada Yuddy namun tak digubris, hingga akhirnya kembali mengirim SMS yang ke-21 kali dan dijawab oleh staf khusus Yuddy.

SMS balasan yang diterima Mashudi dari staf khusus tersebut dinilai memancing Mashudi untuk melemparkan kata-kata kasar. Mashudi dituduh sebagai calo PNS dalam balasan SMS-nya.

“Ini yang memancing emosi Mashudi. Ia kemudian ditangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh Polda Metro Jaya, yang dilaporkan oleh staf khusus ini,” jelas Andi.

Andi kembali menerangkan, Mashudi yang setiap bulannya hanya diupah Rp350 ribu ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya di Brebes. Menurut Andi, penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya dinilai tidak masuk akal dan sebagai bentuk kriminalisasi.

“Mashudi ditangkap Polda (Metro Jaya) di Brebes, dijemput dari Jakarta cuma untuk menangkap guru honorer yang ngirim SMS ke menteri kan enggak masuk akal,” tukasnya.[] Sumber: okezone.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya