SIGLI – Seribuan tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie gelar aksi demo menuntut pemerintah memperbaiki nasib mereka jadi PPPK penuh. Aksi digelar di DPRK dan Kantor Bupati Pidie, Senin, 13 Januari 2025.
Dalam aksi tersebut, para tenaga honorer baik pendidik maupun tenaga administrasi mengusung puluhan spanduk berisi permohonan dan kritikan. Salah satunya, meminta kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengalihkan status mereka dari honorer menjadi PPPK penuh.
Para demonstran yang datang dari berbagai kecamatan termasuk dari Mane dan Geumpang tersebut menggunakan seragam baju putih celana dan rok hitam. Mereka datang dengan ratusan kendaraan roda dua, bahkan ada yang jalan kaki dengan tertib, sehingga arus lalu lintas tidak terganggu.
Pengunjuk rasa berorasi tentang status mereka yang belum jelas, meski sudah mengabdi belasan hingga 20 tahun sebagai tenaga honorer.
Para peserta aksi yang didominasi kaum perempuan itu akhirnya diterima Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra dan Komisi V, Jufriadi dan Alqutsar.

[Foto: Zamahsari]
Kepada mereka, Anwar Sastra Putra mengaku menampung aspirasi dan akan memperjuangkan kepada pemerintah agar dapat diangkat sebagai PPPK.
“Kita terus berjuang agar aspirasi para tenaga honorer di Pidie untuk diangkat sebagai PPPK disahuti pemerintah pusat,” kata Ketua DPRK Pidie itu.
Setelah aspirasi merasa ditampung dewan, para pendemo langsung bergerak menuju Kantor Bupati Pidie.
Terlihat puluhan polisi dari Polres Pidie, melakukan pengamanan hingga mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.[](Zamahsari)





