IDI – Kobaran api menyembur yang menghanguskan sumur minyak di Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu 25 April 2018 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari lalu, merenggut nyawa sebanyak 21 orang berdasarkan data sebelumnya.
Ternyata jumlah korban yang tewas itu terus bertambah, salah satunya adalah korban Efendi Abdul Hamid (47) warga Gampong Bhom Lama, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, telah meninggal dunia pada Jumat 27 April 2018 pagi tadi.
Sebelumnya korban sempat dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, Aceh Timur, akibat terbakar di lokasi sumur minyak tersebut. Karena korban mengalami luka berat (kritis), sehingga terpaksa harus dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Saat ini jenazah korban sedang dalam perjalanan menuju ke kampung halamannya di Desa Bhom Lama, Kecamatan Rantau Peureulak. Direncanakan korban (Alm Efendi Abdul Hamid) akan dimakamkan di pekarangan rumahnya pribadi, sedangkan liang lahad telah dipersiapkan menanti tibanya jenazah korban ke rumah duka.
"Beliau meninggal dunia pagi tadi, dan sekarang sedang dalam perjalanan untuk dibawa pulang ke sini (rumah). Itu coba lihat di samping, liang lahad sudah kami persiapkan dan pihak keluarga sedang menunggu tiba jenazah ke kediaman," kata Tgk. Azhari Yakop (53) yang juga abang ipar Almarhum, kepada portalsatu.com/, Jumat 27 April 2018 sore.
Tgk. Azhari menambahkan, jenazah dibawa pulang dari Banda Aceh juga turut didampingi istrinya beserta keluarga.
“Yang mengurus segala keperluan di rumah Almarhum saat ini saya sendiri, karena kedua orang tua dia (Efendi) sudah tidak ada lagi, artinya sudah lama meninggal dunia. Beliau memiliki empat bersaudara yaitu dua anak laki-laki dan dua perempuan, saya sedih jika berbicara tentang kronologis pada saat menimpa musibah terbakar terhadap beliau (Efendi), karena cukup tragis,” ungkap Tgk. Azhari, di hadapan puluhan warga yang melayat di rumah duka.
Bagaimana tidak, pada saat kejadian itu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Efendi (Alm) terbakar secara mengenaskan dan tidak sempat tertolong oleh warga setempat.
“Padahal sebelum kejadian, Efendi sempat dilarang oleh adik kandungnya agar tidak bekerja malam itu, disuruh beristirahat saja di rumah. Namun korban tidak menggubris dan tetap melakukan kegiatannya sebagai penambang minyak di lokasi semburan api tersebut,” ujar Tgk. Azhari Yakop.
Lanjutnya, mulanya posisi korban bekerja bukan langsung di lokasi kebakaran itu, tetapi di sumur minyak lainnya yang berdekatan dengan lokasi tersebut. Saat itu, karena korban mendapatkan kabar dari rekannya bahwa di lokasi semburan api itu banyak keluar minyak, maka ia pun bergegas ke sana untuk bersama-sama menampung minyak ke dalam drum yang telah disediakan. Namun tidak disangka dua jam sebelum kejadian, muncullah kobaran api yang dahsyat hingga keselamatan korban tidak tertolong dengan maksimal.
Menurutnya, ketika itu korban juga sempat meminta tolong walau kondisinya sedang dilalap api disekujur tubuhnya dengan berlari ke rumah adiknya yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Melihat kondisi korban yang sudah hangus terbakar, lalu pihaknya malarikan korban (Efendi) ke Puskesmas Kecamatan Rantau Peureulak.
Namun pihak puskesmas setempat tidak sanggup menangani korban dikarenakan luka parah, sehingga disarankan kepada pihak keluarga untuk dibawa langsung ke RSUD dr Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
“Setelah mendapatkan pendataan dan penanganan medis di RSUD dr Zubir tersebut, kemudian keesokan harinya pihak RS terpaksa merujuk korban (Efendi) ke RS Zainoel Abidin, Banda Aceh, dikarenakan kondisinya kritis atau luka parah akibat kebakaran tersebut,” ungkap Tgk. Azhari lagi.
Beberapa hari sempat dirawat di Banda Aceh, kini Efendi pun telah meninggal dunia atas kondisinya yang memprihatinkan itu. Menurut Tgk. Azhari, pada masa hidupnya korban sangat ramah dengan masyarakat, dan rasa sosialnya pun sangat tinggi.
“Beliau (Efendi) suka membantu orang lain saat dimantai bantuan oleh siapapun. Ini kan musibah, tentunya kita ikhlas dalam menghadapinya,” ungkap Tgk. Yakop.[]
Penulis: Muhammad Fazil



