“Kemiskinan daerah kita tinggi. Lihat itu penganggur bertebaran, pemerintah tidak peduli, apalagi upaya,” kritik seorang kawan. 

“Lha, jika pihak lain tak membantu dan tak memperhatikan, apakah kita wajib mati kelaparan,” tanya saya sinis.

Sahabat!!!

Apapun yang terjadi dengan hidup kita. Kitalah yang paling bertanggung jawab. Sebab, tuhan memberi kita nyawa dan tubuh. Dia juga memberi kita tanggung jawab terhadap nyawa dan tubuh. Kepada si pemilik tubuh, bukan kepada yang lain.

Fonomena kemiskinan, pengangguran dan lain-lain. Tidak mungkin dientaskan dengan bantuan pihak lain. Misalnya, negara atau pemerintah. Kita sendirilah harus gigih dan kuat berupaya.

Memang ada yang menjadi tugas pemerintah. Ada kewajiban negara untuk menyejahterakan rakyat. Tapi tanpa upaya sendiri Akan sia-sia. Jika negara memberikan Anda gunung emas, akan habis juga jika tak dikelola dengan benar.

Maka apapun nasib kita. Kitalah penentunya. Bukankah tuhan juga mengatakan begitu. Maka berpangku tangan, mengeluh dan hanya mengkritik pihak lain, adalah buang waktu dan energi.

Ayo, bangun impian. Bekerja sekuat kita mampu. Dan berdoa pada Sang Penentu. Kita boleh dapat hadiah tepung, minyak dan gula. Tanpa meramu dan memasak tidak akan jadi kue

Negara wajib hadir untuk kesejahteraan. Tapi tidak mungkin negara memasak, menuangkan dan menyuapi kita.[]