LANGSA – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, M.Si, optimis Aceh satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak akan jatuh ke tangan komunis. Pasalnya, masyarakat Aceh dikenal sangat memahami dan menjadikan agama Islam sebagai pola hidup serta budaya.
“Syariat Islam merupakan sumber kekuatan, keistimewaan masyarakat Aceh yang telah dijadikan sebagai peraturan (qanun) oleh masyarakat setempat,” ujar Kivlan Zen dalam senimar Gerakan Bela Negara (GBN) bertajuk Kewaspadaan Nasional Terhadap Komunisme dan Radikalisme, di gedung Cakra Donya Pemerintah Kota Langsa, Senin 15 Februari 2016.
Menurutnya paham radikalisme dan komunisme sudah kembali mulai berkembang di Indonesia. Hal ini tentu tidak terlepas dari pengaruh PKI di masa dahulu.
“Mereka tidak bergerak seperti dulu tetapi paham-pahamnya itu yang mereka tanam pada generasi baru, baik melalui organisasi maupun sekolah atau perguruan tinggi,” katanya.
Namun, kata Kivlan Zein, paham komunisme sangat bertentangan dengan hakikat dan budaya masyarakat Aceh. Pasalnya, komunitas atau golongan paham tersebut tidak mengakui tuhan.
“Sedangkan azas negara kita Pancasila, tentu sangat menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa. Apalagi berbicara tentang Islam, jelas-jelas Tuhan itu ada,” ujarnya.
Kivlan Zein mengharapkan Pemerintah Aceh juga memikirkan ekonomi untuk kemajuan daerah di samping memberlakukan Syariat Islam.
“Kalau syariat Islam saja tapi ekonominya tidak, ini akan mempengaruhi bagi kehidupan masyarakat,” kata Kavlin Zen.[](bna)



